Bermaksud Sambang Persemaian, Petani di Lamongan Tewas Tersengat Jebakan Tikus

Anggota Polsek Kalitengah sedang lakukan olah TKP terkait tewasnya salah satu petani karena jebakan tikus. Foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Yadi (43) seorang petani di Dusun Pandanarang Desa Dibee Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mengalami nasib nahas. Dia ditemukan tewas setelah tersengat aliran listrik jebakan tikus. Dia tersengat listrik jebakan tikus di sawah miliknya sendiri pada Minggu (13/5/2018).

Akibatnya, Yadi meninggal dunia di lokasi kejadian. Peristiwa tersebut bermula saat Yadi bermaksud melihat persemaian padi yang berada di sawah miliknya yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Dia meninggalkan rumah sekitar pukul 09.00 WIB. Diduga korban tidak sadar adanya kabel beraliran listrik untuk jebakan tikus itu yang dihubungkan dengan listrik di rumahnya belum dimatikan, dia langsung masuk ke areal persawahan.

Tiga puluh menit kepergian Yadi menuju sawahnya, listrik di rumahnya tiba-tiba padam secara mendadak (jegleg). Erna (35), merupakan istri Yadi yang mengetahui suaminya pergi ke sawah mulai curiga dengan padamnya listrik dengan tiba-tiba tersebut.

Dengan bergegas setengah berlari, dia langsung menyusul suaminya ke sawah. Dan alangkah terkejutnya Erna melihatnya suaminya tergeletak dipinggir pematang sawah dengan tubuh yang tidak bergerak. Sontak dia berteriak meminta bantuan masyarakat sekitar kejadian.

AKP. Sirin, SH,  Kapolsek Kalitengah membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan bahwa kejadian tersebut murni kelalaian korban tidak ada unsur kekerasan.

“Jadi korban lupa mematikan aliran listrik yang dipasang sendiri untuk jebakan tikus. Karena lupa mematikan aliran listrik yang dipasang mengenai dia yang pagi itu memeriksa persemaian padinya,” ujar AKP Sirin.

Jenazah korban sempat dilarikan ke Puskesmas Kalitengah, namun nyawa korban tidak mampu diselamatkan.

Pihak Polsek Kalitengah yang mendapatkan informasi itu langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas kepolisian langsung mencari informasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sejumlah tetangga korban dan saksi dimintai keterangan.(omdik/fer)