Wisudawan Siswa MI Denanyar,Salah Satu Siswa Terbaik Hafal Al-Quran hingga Empat Juz

Wisudawan terbaik MI Mambaul Maarif Denanyar bersama Kasek H.M. Jauharul Afif Lc,. M.Ag. Ketua Yayasan Hj Muflihah Sohib, pengasuh KH Imam Haromain, KH Abdus Salam Sohib serta para bu nyai( foto: Elok_kanalindonesia.com/2018)

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Wisuda siswa kelas 6 dan TPQ MI Mambaul Maarif dan (MIMM) Denanyar, ada yang berbeda. Pasalnya salah satu siswa terbaiknya, ada yang hafal Al-Quran hingga empat juz.

Bukan hanya itu, mayoritas wisudawan telah khatam Alquran bi nadhor. Dan tujuh siswa telah hafal juz 30, QS Yasin, Waqiah dan Tabarok. Bahkan satu diantaranya telah hafal hingga empat juz.

“Dengan adanya TPQ dan program tahfid di sekolah yang langsung saya bina, siswa-siswi yang mau menghafal sangat mudah,” kata Kepala MIMM, H.M Jauharul Afif Lc,. M.Ag, pada sejumlah jurnalis, Minggu (13/5/2018).

Masih menurut penjelasan Jauharul, semua potensi dan bakat siswa juga dibina dengan maksimal. Tak heran jika mereka mampu tampil sangat bagus. Siswa yang meraih predikat vokal terbaik dalam lomba banjari tingkat kabupaten ketika ditampilkan suaranya sangat merdu. “Di tiap kelas kita punya grup banjari,” paparnya.

Lanjut Jauharul, bukan hanya itu bahkan grup paduan suaranya juga sangat atratktif dalam membawakan lagu-lagu. Perwakilan lulusan dan siswa yang ditinggalkan sangat fasih pidato bahasa Arab dan Inggris. Puisi berantai yang dibawakan tiga siswa juga sangat mengocok urat tawa hadirin.

“Alhamdulillah siswa kita juara satu dalam english game di Rejoso. Dalam MTQ dan MHQ, siswa kita juga langganan masuk tiga besar,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan PP Mambaul Maarif Denanyar, Hj Muflihah Sohib, sempat menguji siswa yang hafal Quran. Mengingat sekolah ini terakreditasi A, dan baru saja mendapatkan bantuan gedung baru.

“Alhamdulillah kualitas lulusan MIMM dari tahun ke tahun semakin baik. Agar pembinaan anak-anak semakin baik, sebaiknya tetap melanjutkan di Denanyar,” tegasnya.

Perwakilan orang tua siswa, H M Dimyati, dalam sambutannya menuturkan, orang tua sangat ingin melihat anaknya menjadi anak soleh. Soleh itu sendiri ukurannya, istikomah melaksanakan kewajiban. Seperti membaca Alquran, salat jamaah dan manut dengan orang tua.

“Alhamdulillah kesolehan itu ada pada diri anak-anak MIMM Denanyar. Terima kasih kepada para guru yang telah membina. Memang kepala sekolahnya saja lulusan Mesir, semoga anak-anak juga bisa menyusul ke Mesir nantinya,” tukasnya.(elo)