Teror Bom Surabaya, Tukang Becak Asal Jombang Jadi Korban Terluka

kediaman sidik di Kesamben Jombang, saat didatangi oleh Forpimka Kesamben Jombang

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Sidik (60), seorang tukang becak, asal Dusun Gudang RT 04 RW 02, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Jombang menjadi salah satu korban luka-luka, atas peristiwa teror bom bunuh diri yang terjadi di salah satu gereja di Surabaya, pada Minggu pagi (13/05/2018).

Dari pantauan dilokasi kediaman rumah korban, tampak terlihat sepi dengan pintu tertutup. Menurut tetangga yang mengetahui pertama kabar tentang kebenaran Sidik tengah menjadi salah satu korban terluka teror bom Surabaya.

“Kena serpihan kaca tangannya, mau di operasi sekitar jam tiga sore. Kenapa di operasi, (katanya) ada masuk ke dalam,” ujar Eriyana (45), perempuan tetangga Sidik saat di wawancarai sejumlah jurnalis, Senin (14/5/2018).

Masih menurut Eriyana, waktu itu, berdasarkan informasi yang ia terima, saat ledakan bom tersebut terjadi, korban sedang kebetulan di luar pagar gereja.

“Biasanya masuk ke parkiran, ternyata Pak Sidik ini ‘ndak’ mau masuk. Orangnya nunggu di becaknya,” ujar Eriyana.

Berdasarkan keterangan tetangga sekitar, Sidik memang berprofesi sebagai tukang becak dan memilih mengadu nasib dengan menarik becak di Kota Surabaya. Hingga saat, Eriayana masih belum mengetahui kondisi Sidik. Diduga, istri Sidik yang bernama Mudrikah pergi ke Surabaya untuk melihat kondisi sang suami.

“Alhamdulillah katanya tadi ndak-apa, cuma tubuhnya kena serpihan. Tadi keluarganya berangkat jam setengah sembilan (pagi),” tukasnya.

Sementara itu, di lokasi rumah korban, Camat Kesamben, Johan Budi Widiyatmiko mengatakan, informasi yang di terimanya dari Polsek Kesamben menyatakan ada salah satu warga dari Dusun Gudang, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, menjadi salah satu korban bom bunuh diri Surabaya.

“Yang saya terima, korban hanya luka-luka akibat serpihan kaca. Makanya saya ke sini ingin mengkonfirmasi ke keluarganya, ternyata keluarganya ke Surabaya semua,” papar Johan.

Ditanya apakah Camat mengetahui kondisi Sidik saat ini, pihaknya masih belum mengetahui kondisi Sidik lebih lanjut karena kedatangannya ke rumah korban ini juga berniat untuk mengkonfirmasi kondisi korban kepada pihak keluarga. Informasi yang ia terima, korban bernama Sidik ini adalah seorang tukang becak. Namun di mana biasa mangkal, Johan mengaku kurang tahu persis.

“Informasinya bahwa yang bersangkutan pekerjaannya adalah tukang becak, (kalau mangkalnya) saya kurang tahu persis,” pungkasnya.(elo)