Sempat Ditolak Nelayan, Pembangunan Pelabuhan Prigi Tetap Berlanjut

Kusprigianto , Plt Sekda Kab. Trenggalek (hitam tengah) saat memimpin sosialisasi proyek pembanguan pelabuhan Prigi Kec. Watulimo, Senin, (14/5). (tata)

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Dinas Perhubungan Kabupaten Trenggalek mengebut sosialisasi proyek pembangunan Pelabuhan Prigi kepada masyarakat, khususnya nelayan pesisir pantai selatan Prigi Kecamatan Watulimo.

Hal ini dilakukan seiring akan beroperasinya pelayaran perintis dengan kapal berkekuatan 3000 DT dimana telah dilaunching operasinya oleh Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan beberapa waktu yang lalu.

Sebelumnya, perjalanan proyek pembangunan ini sempat terjadi penolakan oleh sebagian nelayan Prigi yang khawatir akan menggangu kegiatan perikanan dan mengurangi jumlah pendapatan nelayan.Namun kebijakan pemerintah pusat yang memilih teluk Prigi sebagai satu-satunya yang terbaik untuk dijadikan pelabuhan di wilayah pesisir selatan Jawa bagian timur, maka hal ini tidak dapat ditawar lagi oleh warga yang menolaknya.

Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek yang memimpin pertemuan dengan para nelayan Prigi yang menolak mengatakan proyek pelabuhan nasional Prigi merupakan program nasional sebagai bentuk strategi mempercepat pembangunan ekonomi di kawasan selatan agar tidak tertinggal dengan wilayah utara yang kini sudah terakses Tol sebagai sarana transportasinya.

“Sosialisasi yang dilakukan pada hari ini adalah sosialisasi ke sekian kalinya, agar pekerjaan fisik ini bisa berjalan dengan baik untuk dilakukan pembangunan pelabuhan Prigi,” ujarnya, Senin, (14/5/2018) di Trenggalek.

Dijelaskannya, diskusi yang awalnya memang sudah berlangsung tegang itu dijawab lugas oleh pihak pemerintah Provinsi Jatim sebagai pelaksana anggaran proyek dengan siap memfasilitasi kebutuhan nelayan termasuk jalur untuk perahu nelayan dan penggunaan fasilitas pelabuhan bila sedang tidak ada kapal bersandar di dermaga pelabuhan.

“ Tadi sudah ditegaskan oleh Dinas Kelautan Propinsi Jatim untuk siap bersama-sama dengan nelayan setempat menjaga serta memanfaatkan pelabuhan Prigi itu,” jelasnya.

Sementara, pihaknya tetap berharap para nelayan yang menolak keberdaan pelabuhan agar segera menginventarisir keluhan atas aktifitas kesehariannya jika memang terganggu dengan berdirinya pelabuhan Prigi itu.

“Harapan kita , mereka (kaum nelayan-red) ada usulan permasalahan yang diakibatkan adanya pelabuhan ini, maka kita akan rumuskan solusinya,” tandasnya.

Seperti diketahui, di tengah forum yng berlangsung, para nelayan masih keberatan diadakannya Pembangunan Pelabuhan Prigi. Sehingga Dinas Perhubuhan masih dengan komitmennya melakukan sosialisasi dan memberikan penjelasan terhadap para nelayan, bahwa Pemerintah Kabupaten Trenggalek memberikan peluang terbaik dan bersemangat untuk mensejahterakan masyarakatnya.(ata/ham)