Forkopimda Lamongan Kecam Terorisme

Bupati Lamongan Fadeli berserta Kapolres Lamongan AKBP. Febby D.P Hutagalung S.I.K dan Jajaran Forkopimda usai gelar rapat tertutup kecam Terorisme di Pemda Lamongan. Foto : Fer_kanalindonesia.com

LAMONGAN; Pernyataan terbuka dikeluarkan seluruh perwakilan stakeholder di Kabupaten Lamongan. Mereka satu kata, mengecam terorisme dan meminta masyarakat agar tetap tenang.

Pernyataan bersama tersebut disampaikan Bupati Lamongan Fadeli, mewakili Forkopimda setempat dan perwakilan lintas agama usai menggelar rapat di Ruang Kerja Bupati, Senin (14/5).

Dari pemerintah, hadir Bupati Fadeli bersama Wabup Kartika Hidayati dan Sekkab Yuhronuur Efendi. Kemudian ada Kapolres, Ketua DPRD, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri dan perwakilan dari Kodim 0812.

Selain itu hadir pula perwakilan tokoh agama, seperti Ketua MUI KH Abdul Aziz, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) KH Abdus Salam, dan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Shodiqin. Juga ada perwakilan dari Kristen Protestan Daniel dan Buu Bruno dari Kristen Katolik.

Rapat tersebut menyepakati bersama bahwa aksi terorisme adalah tindakan yang tidak dibenarkan. Dan perlu dilakukan langkah segera untuk bisa disampaikan kepada masyarakat hingga level terbawah, untuk menjaga suasana kebersamaan dan kesejukan.

Sehingga usai pertemuan tersebut, esok hari akan ditindaklanjuti dengan menggelar pertemuan serupa hingga level kecamatan. Baik dari unsur Pemda, kepolisian, Kodim 0812, hingga FKUB, tokoh pendidik, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Kami sangat prihatin dan mengecam keras setiap aksi terorisme. Tindakan ini tidak dapat dibenarkan, baik oleh hukum, moral bangsa, maupun legitimasi atas nama agama. Masyarakat kami minta agar tetap tenang, percayakan pada aparat keamanan, dan jangan mudah percaya serta menyebarkan info yang belum tentu kebenarannya,” kata Bupati Fadeli dalam pernyataan bersama tersebut.

Ditambahkan oleh Kapolres AKBP FebyD. P. Hutagalung, pada intinya dalam rapat tadi, semua unsur harus satu visi dan persepsi bahwa Lamongan ini harus kita jaga semaksimal mungkin. TNI Polri akan lebih memperketat pengamanan, baik markas maupun kegiatan ibadah agama.

“Jangan takut. Aksi ini memang sengaja untuk menteror dan memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Harus yakin bahwa aksi terorisme ini tidak ada tempat di Indonesia, “ kata dia.(fer)