Alih Kelola SMA/SMK, Lebih 800 Guru Mojokerto ‘Ikut’ Pemprov Jatim

Yoko Priyono kepala disdik mojokerto

KANALINDONESIA.COM : Aset SMA/SMK beserta guru dari Kabupaten Mojokerto di alih kelola ke Pemprov Jatim. Bahkan lebih dari 800 guru yang mengajar di SMA/SMK juga ikut mutasi atau masuk pengelolaan Pemprov Jatim.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Mojokerto, Yoko Priyono menuturkan, alih kelola SMA/SMK harus dipenuhi, karena sesuai amanat UU No 23/2014 tentang pemerintah daerah. Di Undang-undang tersebut dicantumkan soal pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Salah satu adalah pembagian urusan pemerintahan bidang pendidikan.

“Untuk alih kelola SMA/SMK ke pemprov ini akan segera berjalan. Paling cepat dilakukan Oktober ini hingga Januari 2017,” ungkapnya.(20/09/2016)

Baca:  Miris, SDN Temenggungan 1 Hanya Menerima 3 Murid Baru

Alih kelola gedung, ada 19 sekolah SMA dan SMK dari Kabupaten Mojokerto yang akan alih kelola ke Jatim, terdiri atas 11 SMA dan 8 SMK.
Sedangkan untuk guru, dari 6900 orang yang mengajar di tingkat SD hingga SMA/SMK, sekira 800an guru akan dikelola pemprov.

“Kami hanya menangani guru-guru yang mengajar di tingkat SD dan SMP saja,” katanya.

Mengenai proses alih kelola ini, dindik masih menunggu langkah nyata dari pemprov, apakah akan segera diberlakukan per Oktober 2016 atau menunggu Januari 2017.
Yang pasti, dengan alih kelola gedung dan guru, beban keuangan Kabupaten Mojokerto sedikit berkurang.

“Kami hanya tinggal menunggu surat resmi dari pemprov sebagai bukti alih kelola SMA/SMK ini,” ujarnya.(elo)

Baca:  Ice Cream Si Latoh Siswa SMA Mazra'Atul Ulum Paciran Lamongan Raih Mendali Emas