Dua Orang Ber KTP Jombang Diamankan Densus 88, Keluarga Benarkan Adanya Penangkapan

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM:  :Kabar diamankannya dua orang yang mempunyai kartu tanda penduduk (KTP) Jombang, oleh Densus 88, terkait dugaan terlibat jaringan terorisme, dibenarkan oleh kerabatnya. Kedua orang yang mempunyai KTP Jombang tersebut yakni, BA (29) dan DF (28) warga asal Dusun Buduk, Desa Tugusumberjo, Kecamatan Peterongan Jombang.

“Kemarin katanya dengan adeknya. Tadi Bapaknya ngebel saya, yang pulang masih adiknya (red : DF) yang kakaknya masih ditahan (BA). Dulu KTP nya sebelum elektrik itu sini, tapi waktu ganti elektrik dia pulang ke Surabaya. Kalu SIM, dia SIM nya ikut Jombang,” ujar paman BA,Yazid Bustomi, Selasa (15/5/2018).

Saat ditanya apakah keluarga mengetahui keterlibatan kedua ponakannya tersebut dengan jaringan teroris, Yazid mengaku kurang tahu, karena sehari-hari keduanya tinggal di Surabaya, dan hanya sebentar saja tinggal di Jombang.

“Kurang tahu, sehari-harinya gak disini, waktu itu disini hanya 3 bulan. Alamat tinggalnya di Lebak Rejo itu, dulu pernah pulang ke sini gara-gara geger ama bapaknya. Ama bapaknya diusir, terus kesini, tapi waktu itu sudah balik ke Surabaya setelah Lebaran,” ungkap Yazid.

Usai mendengar kabar keponakannya di tangkap Densus 88, lanjut Yazid, pihaknya didatangi oleh aparat Kepolisian setempat.

”Saya pernah didatangi orang dari Polsek,” tegasnya.

Disinggung mengenai apakah ada sikap yang aneh dari BA dan DF, Yazid menuturkan bahwa, selama ia tinggal di Desa Tugusumberjo, keduanya bersikap wajar tidak ada yang aneh.

“Adeknya itu sukanya nyanyi makan, nyanyi makan, kalau kakaknya ya biasa, sekedar adzan ama ngaji di Mushola di Masjid,” paparnya.

Ditanya lebih lanjut mengenai hal apakah kedua ponakannya ditangkap Densus 88, atas keterkaitannya dengan peristiwa teror bom, atau terkait jaringan teroris, pihaknya menuturkan bahwa mungkin keduanya diamankan karena ada kaitannya dengan temannya, yang ditahan di rutan cabang salemba di kompleks mako Brimob.

“Kakak saya kan disana bilang kalau BA ditangkap Densus 88. Kemungkinan gara-gara jenguk itu, temannya,” tukasnya.

Meski kabar ini beredar di sejumlah media social dan aplikasi WhatsApp (WA), namun pihak Kepolisian belum bisa memberikan keterangan resmi, atas beredarnya kabar penangkapan tersebut.

“Terkait dengan kegiatan itu nanti ada pers rilis dari Mabes, kita menunggu saja dari Mabes terkait dengan kegiatan upaya penegakan hukum atas kejadian serangan dari teroris beberapa hari yang lalu,” ujar Kapolres Jombang, AKBP Fadli Widiyanto, saat ditemui sejumlah jurnalis, Selasa (15/5/2018).

Saat ditanya lebih detail terkait penangkapan warga Jombang oleh Densus 88, Kapolres Jombang, lebih memilih irit bicara, karena hal itu bukanlah kewenangan dari pihaknya. “Dari mabes akan memberikan pers rilis resmi,” tukas Fadli.(elo)