Disdik Kabupaten Mojokerto, Perintahkan Tarik Buku Tak ISBN

Yoko Priyono kepala disdik mojokerto

KANALINDONESIA.COM : Sesuai dengan Permendiknas No 2 Tahun 2008 tentang Buku serta, Permendikbud No 8 Tahun 2016 tentang Buku yang Digunakan Satuan Pendidikan, setiap buku non teks harus didaftarkan ke Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) atau ke Kemendikbud.

Bahkan untuk hal ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto memerintahkan agar buku ditarik dari siswa jika terbukti kode ISBN (kode standar buku internasional) palsu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Yoko Priyono menuturkan, sejak awal tahun ajaran baru 2016-2017, Disdik telah mengimbau agar setiap sekolah memakai buku pendamping materi yang berkode ISBN.

“Buku juga harus terdaftar di Perpustakaan Nasional dan mempunyai nomor ISBN. Jika terbukti tak terdaftar di Perpusnas dan tidak ISBN agar segera ditarik dari siswa,” ungkapnya. (19/9/2016)

Baca:  Kodim Turun Tangan Karena 7 Kecamatan di Mojokerto Rawan Bencana

Masih menurut Yoko, kewenangan memilih buku pendamping materi berada sepenuhnya di tangan masing-masing sekolah. Menurut dia, untuk memastikan sebuah buku ber ISBN atau tidak, cukup mudah yakni dengan cara dewan guru bisa mengecek ke situs Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Meskipun banyak beberapa sekolah yang tidak menggunakan buku ber ISBN. Terkait hal tersebut, pihaknya juga sudah mengumpulkan semua Unit Pelaksana Teknis (UPT).

“Nampaknya imbauan itu belum sepenuhnya dilakukan oleh satuan pendidikan. Terbukti saat ini terjadi polemik di tengah penggunaan buku pendamping materi oleh satuan pendidikan. Sudah saya tegaskan agar tak pakai buku yang belum diajukan ke Kemendikbud, kalau beredar konsekwensinya dewan guru harus menarik,” pungkasnya.(elo)

Baca:  SMAN 34 Angkatan 1984 Jakarta Jalin Kebersamaan dan Bangun Kepedulian