Spesialis Curanmor Antarkota Disergap Polisi

KANALINDONESIA.COM : M. Syarif Sidik (23) warga Dusun Sukanya, Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Mojokerto ditangkap anggota Polsek Ngoro. Pasalnya Syarif merupakan pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) jaringan lintas kota.

Kapolsek Ngoro, Kompol Khoirul Anam menuturkan, penangkapan pelaku setelah petugas mendapatka laporan dari masyarakat yang resah dengan adanya kehilangan kendaraan bermotor milik warga. Mendapat laporan tersebut beberapa petugas diturunkan untuk mengecek kondisi lapangan, ternyata memang benar, bahwa di area itu sering terjadi tindak pidana pencurian kendaraan bermotor.

“Pelaku langsung kami gelandang ke mapolsek bersama barang bukti berupa tiga sepeda motor tanpa nopol, satu laptop, dua HT juga kami amankan,” ungkapnya.(20/9/2016)

Masih menurut Kapolsek, pelaku mengakui perbuatannya dan mengatakan jika terakhir kali mencuri di area kos milik karyawan pabrik Yakult, Dusun Jajar, Desa Jasem, Kecamatan Ngoro. Saat itu, sepeda motor vario bernopol AG 6268 IK milik Achmad Irfan Fauzi, asal Blitar diparkir di luar kos dengan kondisi tak dikunci ganda.

Baca:  Ketahuan Mencuri Motor, Seorang Buruh Bangunan Diamankan Polisi

“Modusnya, pelaku beberapa kali mengawasi motor yang ditinggal pemiliknya. Dengan kunci modifikasi tersangka menghidupkan mesin motor yang lantas dibawa kabur dan disembunyikan dalam rumah. Untuk mengelabuhi petugas, pelaku juga kerap memilih membuang plat nomor kendaraan setelah dicuri,” terangnya.

Kapolsek menuturkan, untuk mengelabui pihak petugas plat nomor diganti dengan plat nomor yang lain, ada juga yang dibiarkan tidak ada plat nomornya. Pelaku merupakan spesialis curanmor di tempat-tempat sepi yang tak ada pengawasan dari pemiliknya, bahkan dalam aksinya, pelaku juga menyasar motor yang diparkir di persawahan.

“Seperti yang terjadi di wilayah Sidoarjo beberapa waktu lalu. Itu setelah sepeda motor ditinggal pemiliknya. Selain Mojokerto dan Sidoarjo, pelaku merupakan jaringan spesialis curanmor di Jombang. Diduga, masih ada TKP lain yang sudah menjadi korban aksi kejahatannya kali ini,” tegasnya.

Baca:  Pemkot Mojokerto Bongkar SKPD, Guna Atasi Kekurangan PNS

Pihak kepolisian masih melakukan pengembangan dan koordinasi dengan polres, karena tidak menutup kemungkinan masih ada korban lain. Akibat perbuatannya tersebut, pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian kendaraan bermotor dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.(elo)