Tak Terasa, Datang Ramadhan Lagi (2)

    Didik Eko Hermawanto (omdik)

    Penulis : Didik Eko Hermawanto (omdik)

    Hampir semua orang Islam menganggap bulan suci ini bulan yang istimewa. Kebersamaan yang ada di bulan-bulan lain nyaris terabaikan, di bulan ini begitu terasa. Bahkan keguyuban keluarga di rumah seolah-olah terbina kembali sebagaimana layaknya. Lebih dari itu gairah beribadah terasa sekali peningkatannya. Orang agaknya juga tidak terlalu berpikir lagi apakah puasa itu sekedar perubahan jadwal makan dengan sedikit modifikasi dan variasi atau ada makna lain yang lebih dalam.

    Kegiatan tadarus sendiri kelihatannya belum beranjak dari model lama, sekedar meraih prestasi khatam sekian kali dalam sebulan. Padahal makna semula tadarus ialah belajar bersama, namun sekarang menjadi arena marathon balap khatam Al-Quran.

    Lihatlah, tiba-tiba kita sudah sampai Ramadhan lagi, padahal Ramadhan yang lalu rasanya baru kemarin. Kelihatannya cuma sebentar, padahal sudah menghabiskan umur kita sekitar 12 x 30 hari. Mungkin di antara saudara-saudara, kawan-kawan, atau kenalan-kenalan kita yang bersama-sama kita menjalankan puasa pada Ramadhan tahun kemarin ada yang sudah tidak menangi lagi Ramadhan kali ini. Mereka sudah melanjutkan perjalanannya.

    Memang bulan suci Ramadhan, membawa kita kepada suasana ukrawi yang merupakan aroma kesucian di mana-mana. Sholat Tarawih dan Witir, tadarus Quran, khotbah-khotbah keagamaan, dan kegiatan-kegiatan lain yang mengingatkan kehidupan akhirat marak dimana-mana. Sikap kehati-hatian, khusuk, santun, guyub, dan sikap-sikap kehamba-hambaan yang lain mendominasi tampilan hampir semua kaum muslimin.

    Bersambung…….

    SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA