Tak Terasa, Datang Ramadhan Lagi (3)

    Didik Eko Hermawanto (omdik)

    Penulis : Didik Eko Hermawanto (omdik)

    Namun hal itu, seperti hidup itu sendiri hanya berjalan singkat.

    Urusan duniawi sangat menyita umur kita, jika kita tidak menyempatkan diri menghitung, hanya menjalani begitu saja, nggelundung, mengikuti pola dan gaya umum yang berlaku tak jelas siapa yang mendesainnya. Allah yang menciptakan kita, yang ridhaNya merupakan tujuan hidup kita, telah mengingatkan kita untuk mewaspadai dunia kenikmatan yang menipu kita. Kenikmatan makan yang dikesankan dunia yang langgeng, terbukti cuma sak klemetan. Demikian halnya dengan kenikmatan-kenikmatan duniawi lainnya.

    Bila kita menyadari sedikitnya alokasi waktu dan perhatian kita untuk kepentingan akhirat yang lebih abadi itu, sudah selayaknyalah kita menghitung ulang. Jangan seperti tabiat kita selama ini, mengulang-ulang kesalahan kalkulasi dan sebagainya sepanjang hidup. Sudah selayaknya kita memperlakukan diri kita lebih layak.

    Setiap kali Ramadhan datang dengan suasananya yang khas, kita seperti terperangah sebentar.

    Sebentar menikmati dengan sepenuh jiwa-raga kekhidmatannya atau dengan agak terpaksa, lalu kehidupan kita jalani kembali seperti biasa, seolah-olah anugerah Ramadhan tak meninggalkan bekas dalam diri kita, seperti orang yang nglilir sebentar dari kelelapan tidur  membaca-baca atau sekedar menguap sebentar  lalu pulas kembali. Seperti mereka yang biasa buka-bukaan di TV, tertutup sebentar, lalu kembali telanjang.

    Tempat-tempat  esek-esek pun banyak terkena razia, tapi sama saja, setelah Ramadhan mereka buka dan lebih semarak bahkan pakai diskon.

    Bila kita mau jujur kepada diri sendiri, maka sebenarnya 11 bulan yang lain, kita hampir tidak mempunyai waktu untuk berakrab-akrab dengan diri kita sendiri dan Tuhan kita.

    Dalam 11 bulan umur kita itu, apa saja kita lakukan kecuali bersendiri dengan agak khusus bersama diri sendiri dan Tuhan. Kesibukan kita yang begitu dahsyat, menurut  anggapan kebanyakan kita bagi kepentingan pribadi kita, jarang kita konfirmasikan dengan diri kita sendiri apakah memang demikian.

    Bersambung….

    SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA