Tak Terasa, Datang Ramadhan Lagi (5-Selesai)

    Didik Eko Hermawanto (omdik)

    Penulis : Didik Eko Hermawanto (omdik)

    Kegiatan penting namun relatif ringan yang menjadi kebiasaan Rosulullah SAW dan para mukminin terdahulu terutama di bulan Ramadhan ialah Itikaf dan membaca Al-Quran, berdiam diri di masjid, bertafakur dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Kalau pun ibadah ini sudah jarang dilakukan di masjid-masjid zaman sekarang, karena kesibukan dan lain hal, sebenarnya kita masih bisa melakukan inti maknanya. Yaitu dengan melakukan tafakkur dan perenungan seperti yang saya singgung di atas.

    Dan demikian pula dengan membaca Al-Quran. Meskipun membaca saja tanpa memahami maknanya, orang sudah mendapat pahala, namun belum saatnyakah umat Islam membaca kitab suci mereka dalam arti yang sesungguhnya. Menghayati dan memahami maknanya untuk kemudian mengamalkannya?

    Bukankah sikap prilaku yang sering mendatangkan kerugian bagi diri sendiri dan sesama selama ini, justru akibat tidak atau kurang dipahaminya kitab pedoman suci itu?

    Semoga Ramadhan tahun 1439 H ini membawa kita menjadi manusia yang berkepribadian, manusia yang bermartabat, manusia yang mampu memberi dan menerima terhadap sekeliling kita.

    Karena Ramadhan adalah arena penggemblengan bagi pribadi kita yang dengan segala kekurangannnya. Gesekan konflik yang mulai hangat menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/Wakil Wali Kota secara serentak di akhir tahun 2018 ini yang penuh dengan luapan emosi, gelap mata yang semuanya membutuhkan kesabaran kita.

    Jadikanlah Ramadhan tahun ini digunakan proses perenungan untuk menentukan pemimpin yang lahir dari hati kita yang suci tanpa disebabkan faktor kepentingan sesaat.

    Untuk para pemimpin dan yang katanya wakil rakyat, semoga mampu mengemban amanat rakyat walau banyak yang sudah menipu rakyat dengan membeli pilihan, memaksakan pilihan bahkan membuang kepercayaan rakyat.

    SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA