17 Kitab Hasil Tulisan Tangan KH Hasyim Asy’ari, Dirawat Secara Khusus

pengelola perpustakaan KH. Hasyim Asy’ari Pondok Tebuireng Jombang

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM:  :Sebanyak 17 kitab hasil tulisan tangan KH. Hasyim Asy’ari, masih tersimpan dan dirawat secara khusus di perpustakaan Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. 17 kitab pendiri NU tersebut, berisi tentang tafsir, berisi hadist, dan torikoh.

“Tulisannya KH Hasyim itu ada sekitar 17 judul, dan sebagian kitab-kitab itu sudah diperbarui. Ada tafsir, ada taklim muktaklim, ada hadist ada tentang torikoh, dan macem-macem kitab itu memang asli tulisan tangan,” ujar pengelola perpustakaan Ponpes Tebuireng, Mohamad Zaenal Arifin, Sabtu (19/5/2018).

Masih menurut penjelasan Zaenal, bahkan kitab-kitab tulisan tangan KH. Hasyim Asy’ari, pernah ada ditemukan di berbagai tempat, seperti di tempat Gus Mus di Rembang, atau di Mekkah.”Soalnya beliau itu di Mekkah lama kan, dengan Buya Hamkah di sana, mungkin tulisan-tulisan itu ada yang ketinggalan di sana,” kata Zaenal.

Saat disinggung bagaiman cara merawat kitab-kitab yang berusia ratusan tersebut, Zaenal menuturkan bahwa kitab yang berusia ratusan tahun tersebut, dirawat secara khusus menggunakan serbuk merica, dan hal itulah yang membuat kondisi kitab-kitab tersebut masih terjaga kondisinya, hingga sampai saat ini.

”Kalau untuk perawatannya di perpustakaan ini pake merica, jadi merica saya haluskan, dan ditaburkan ke rak buku dan kitab-kitab, dan Alhamdulillah awet, hewan-hewan pemakan buku, itu gak mau makan kertasnya,” paparnya.

Perawatan buku ini, lanjut Zaenal, biasanya dilakukan secar rutin setiap tahunnya, sebelum musim libur sekolah.”Kalau mau liburan pondok, baru ditaburi serbuk merica yang dihaluskan yang dicampur dengan kapur barus,” pungkasnya.

Sementara itu Abdul Kafi, salah seorang santri ponpes Tebuireng, mengaku terbantu dengan adanya perpustakaan yang kondisinya teratur dan rapi.”Ya seneng mas, dengan adanya penataan dan penyimpanan secara khusus ini memudahkan kami para santri untuk mencari kitab, yang menjadi bahan pelajaran di sekolah,” tukasnya.(elo)