Diputus Sepihak, Pangkalan Gas LPG di Trenggalek Kecewa

Suplay gas LPG ukuran 3 kg dari PT Energi Gas Mulia ke sejumlah pangkalan terputus

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Salah satu pangkalan gas LPG di Kota Keripik Tempe mengaku kecewa setelah mendapatkan perlakuan tak adil oleh agen yang biasa mensuplay gas LPG ukuran 3 kg ditempatnya. Diketahui hal tersebut terjadi sejak beberapa bulan terakhir.

Dikatakan Aris Wicaksono, salah satu pemilik pangkalan gas yang ada di Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek, dalam sebulan belakangan pihaknya tidak mendapat kiriman gas LPG ukuran 3 kg dari agen PT Energi Gas Mulia Kabupaten Trenggalek.

“Sejak 1 bulan terakhir, jatah gas LPG ukuran 3 kg yang seharusnya dikirim ke pangkalan sampai saat initidak ada 1 tabung pun yang dikirim. Seharusnya, dari pihak agen dalam hal ini PT Energi Gas Mulia yang ada di Kecamatan Pogalan mengirimkan sekitar 600 tabung dalam 1 minggu,” ucapnya saat dikonfirmasi, Minggu (20/5/2018).

Padahal hubungan kontrak keduanya sudah dibangun sejak 10 tahun terakhir. Akan tetapi, Aris menyayangkan putusnya hubungan kontrak kerja yang dilakukan secara sepihak ini.

Pria berambut panjang ini meminta, kepada pihak yang bersangkutan untuk mengumpulkan seluruh pangkalan yang selama ini mendapatkan suplay gas LPG dari PT Energi Gas Mulia untuk selanjutnya dilakukan koordinasi.

“Saya juga sudah melakukan upaya – upaya dengan menghubungi pihak manager dari PT Energi Gas Mulia. Akan tetapi pihak agen tidak merespon sama sekali. Setelah saya mencoba mencari tau, nyatanya jatah suplay gas yang seharusnya dikirim ke saya, justru dialihkan ke pangkalan yang baru,” imbuhnya.

Masih terang Aris, pemutusan kontrak kerja dengan PT Energi Gas Mulia yang secara sepihak ini dirasa sangat disayangkan. Pasalnya, pangkalan gas miliknya ini menjadi salah satu jujugan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gas LPG khususnya di wilayah Kecamatan Dongko.

“Saya mencoba mencari agen baru saat ini demi menjaga stabilitas kebutuhan gas LPG ukuran 3 kg di masyarakat. Meskipun jatah yang diterima tidak sebesar dari agen sebelumnya,” pungkas Aris. (mil/ham)