Bulan Ramadhan, Pengrajin Songkok di Lamongan Kebanjiran Permintaan

Pengrajin songkok di Desa Pengangsalan sedang kejar target menyelesaikan pesanan. Foto:omdik_kanalindonesia.com
Pengrajin songkok di Desa Pengangsalan sedang kejar target menyelesaikan pesanan. Foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Setiap bulan Suci Ramadhan tiba selalu membawa berkah bagi perajin songkok, termasuk  pengrajin songkok rumahan di Desa Pengangsalan Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan Jawa Timur, yang saat ini sedang kebajiran order (pesanan). Dalam tiga bulan ini 15 ribu songkok yang berhasil diproduksi oleh pengrajin di desa tersebut sudah ludes terjual atau sudah diambil pemesan.

Menurut salah satu pengrajin songkok di Desa Pengangsalan, Junaidi mengatakan, pemesan songkok lebih banyak dari daerah Aceh dan Makasar. Dari 15 ribu songkok yang sudah terjual menjelang Ramadhan tahun ini sebanyak 10 ribu beredar di dua tempat tersebut.

“Sebenarnya produksi kita beredar ke seluruh Indonesia dan bahkan ke luar negeri. Seperti Singapura, Malaysia, dan Brunai Darussalam. Tetapi memang pasar kita terbanyak berada di Aceh dan Makasar serta kota-kota di Pula Jawa. Ramadhan tahun ini ada sekitar 15 ribu songkok yang sudah beradar di tempat-tempat tersebut,” kata Junaidi, Minggu (20/5/2018).

Bulan Ramadhan ini, pengrajin songkok di Desa Pengangsalan masih melakukan produksi hingga mendekati Hari Raya nanti dengan target produksi 15 ribu songkok, sesuai dengan pesanan yang masuk.

Bahkan, untuk memenuhi pesanan yang semakin menggunung, para karyawannya sampai harus kerja lembur, dari pagi hingga malam hari. “Kalau hari biasa mulai jam 9 pagi, dzuhur istirahat, jam satu mulai lagi dan jam 4 sore pulang. Kalau bulan puasa seperti ini, malam juga kerja, kadang sampai Sahur. Kerja ekstra lah pokoknya,” beber Junaidi.

Ia menjelaskan, para pekerja yang mengunakan sistem borongan dalam mengerjakan songkok, sehingga bisa ngebut dalam menyelesaikan pekerjaannya. “Jadi satu mesin ini memproduksi lima kodi atau seratus biji. Terserah yang mengerjakan, kadang ya dua hari selesai,” urainya.

Junaidi menambahkan, untuk memenuhi permintaan produksi songkok, Ia mempekerjakan lebih dari 15 orang, dan para pekerjanya merupakan warga sekitar saja bahkan tidak hanya kaum laki-laki saja, namun para perempuan pun juga ikut serta. (omdik/fer)