Peluang Bisnis Barbie Candy di Lamongan Menjelang Lebaran Sangat Menjanjikan

Hasil karya Kristin yang sudah siap dipasarkan. Foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Menjelang Lebaran, parsel Barbie Candy atau boneka berhias permen, buatan seorang ibu rumah tangga di Lamongan kebanjiran pesanan.

Pemasaran, menurut Kristin Wahyu Nur Widya Wati (26), sang pembuat parsel, cukup lewat media sosial. Ibu rumah tangga warga Desa Mertani Kecamatan Karanggeneng Lamongan, Jawa Timur ini terlihat super sibuk menghias atau membalut boneka dengan permen.

Barbie Candy merupakan produk kerajinan tangan yang memanfaatkan boneka Barbie, kain perca, sedikit aksesoris boneka jika diperlukan dan beragam permen atau dalam bahasa Inggris disebut Candy.

Seperti tampak pada foto, boneka Barbie dihias sedemikian rupa dan dilekatkan permen aneka merek sebagai bagian dari kesatuan boneka barbie yang didandani menyerupai gambaran perempuan yang cantik. Pada intinya Barbie Candy menjual permen dalam kemasan boneka Barbie yang cantik. Tak heran jika penjualan permen dengan cara ini banyak menarik minat konsumen perempuan dan anak-anak menjelang hari raya.

Kristin Wahyu Nur Widya Wati (26), penata rias yang juga hoby membuat kerajinan tangan, pada ramadhan tahun 2018 ini mencoba peluang bisnis Barbie Candy. Sebetulnya usaha tersebut sudah dicoba 2 tahun yang lalu. Konsep yang Kristin Wahyu tawarkan yaitu Bridal, boneka Barbienya didandani seperti pengantin yang glamour dan mengenakan rok permen aneka merek yang disusun menumpuk silang.

Warna pakaian pengantin Barbie Candy menyesuaikan dengan warna bungkus permennya. Satu produk Barbie Candy produksinya di bandrol seharga Rp. 35.000 sedangkan reseller dengan harga Rp. 30.000.

Pada hari biasa, Kristin Wahyu giat dan aktif sebagai penata rias pengantin, namun menjelang ramadhan tahun 2018 ini merias pengantin agak sepi, maka Kristin Wahyu menjajal peluang bisnis Barbie Candy yang sudah 2 tahun dijalankannya. Sebelumnya Kristin Wahyu melihat crafter di pulau Jawa yang telah lebih dulu membuat Barbie Candy, lalu Kristin Wahyu tertarik mencoba untuk ikut membuatnya dengan belajar secara otodidak dan ternyata dia mampu.

Barbie Candy produksi Kristin Wahyu ini dikerjakan sendiri olehnya dengan waktu pengerjaan selama 1 hingga 2 Jam. Saat ini Kristin telah menerima order Barbie Candy dari area sekitar kota Lamongan maupun di luar kota Lamongan seperti Bojonegoro, Tuban, Gresik, Surabaya bahkan Mojokerto.

“Kalau di daerah dalam Wilayah Kabupaten Lamongan, hampir merata disaat saya merias pengantin saya selalu mempromosikannya”, terang Kristin.

Kristin memiliki harapan ke depan mudah-mudahan dapat menghasilkan karya-karya yang menarik. Semoga masyarakat Lamongan dapat lebih menghargai karya handmade yang memang beda dengan karya yang diproduksi secara masif. Baginya produk handmade adalah produk yang menurutnya merupakan produk yang penuh sentuhan personal dan ada sense of art-nya jadi wajar kalau produk handmade punya harga khusus dan itu terkadang belum dipahami betul oleh customers.(omdik/fer)