Film “Selembar Itu Berarti” Raih 2 Rekor MURI

JAKARTA, KANALAINDONESIA:Film “Selembar Itu Berarti” produksi Mora Heart Production meraih dua rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Rekor tersebut untuk kategori jumlah penonton terbanyak sebelum film diputar di bioskop dan kategori jabatan terbanyak dalam satu produksi film.

Dedy Arliansyah selaku sutradara dan produser film “Selembar Itu Berarti” mengatakan film ini mencatatkan total penonton 300.000 penonton padahal filmnya belum tayang secara resmi di bioskop tanah air.

“Film Selembar Itu Berarti akan tayang secara serentak di bioskop tanggal 24 Mei 2018,” ujar Dedy kepada Kanalindonesia.com di Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Dedy yang merangkap 18 jabatan dalam film ini menjelaskan film Selembar Itu Berarti didukung crew, aktor dan aktris asal kota Medan seperti Putri Dalilah Siagian, Raihan F Valendiaz Yessica T Simanjuntak, Ratu Rizka Apriani dan Cut Indah Rizky.

Selain itu, terdapat aktor dan aktris papan atas mendukung film ini antara lain Anwar Fuadi, Raslina Rasyidin dan Jay Wijayanto.

“Film ini menceritakan potret buram pendidikan di Indonesia yang dialami masyarakat miskin,” kata Dedy.

Dedy asal kota Medan  mengungkapkan, film ini dikerjakan bersama enam orang kru dengan proses syuting selama dua pekan.

Adapun lokasi pembuatan film berada di Kabupaten Langkat dan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara.

“Inspirasi film ini berawal saya suka bertualang beberapa Kabupaten di Sumatera Utara. Ternyata pendidikan di Indonesia belum merata, kalau berbicara dana BOS. Di dalam film ini, sekolah gratis. Tapi, enggak bisa makan. Jadinya, film ini menceritakan pendidikan belum merata,” ucap Dedy.

Dedi menilai, filmnya sarat dengan nilai-nilai edukatif terhadap seluruh pelajar di Indonesia. Dengan demikian diharapkan `Selembar itu Berarti` dapat memberikan inspirasi kepada para pelajar untuk bangkit dalam meraih cita-citanya.

Cerita di film ini, kata Dedy, tidak dalam rangka mengkritik pemerintah. Namun, hanya sebatas motivasi agar pemerintah tak lelah terus memperbaiki pendidikan di Indonesia.

“Saat dilakukan roadshow ke beberapa kabupaten/kota di Indonesia, dan setelah menonton film, ada anak yang meminta maaf kepada orang tuanya, karena mereka masih bisa bersekolah dan untuk itu mereka berjanji lebih giat lagi,” tutur Dedy. @Rudi