KEDIRI, KANALINDONESIA.COM: Mudatsir, Camat Purwoasri, Kabupaten Kediri kedapatan melakukan pungutan ke seluruh desa di Kecamatan Purwoasri untuk Tunjangan Hari Raya (THR). Aksi Camat itu diketahui langsung oleh Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramono dan langsung ditindak.

Bupati Kediri dalam sebuah press rilis hari ini, Sabtu, 15 Mei 2021 mengatakan, tindakan pungutan kepada bendahara desa ini terbongkar saat bupati melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 5 Mei 2021.

“Pada tanggal 4 Mei sebenarnya saya sudah mengimbau kepada seluruh ASN di Kabupaten Kediri untuk tidak menarik THR, yang bersangkutan juga sudah saya telepon dan saya ingatkan karena ada laporan dari warga, namun tetap diteruskan,” jelas Bupati, Sabtu, 15 Mei 2021.

Dia juga mengatakan, dalam operasi tangkap tangan itu ditemukan uang tunai sebesar Rp 15.000.000 yang akhirnya digunakan sebagai barang bukti.

“Pada tanggal 5 Mei sekitar pukul 09.00 WIB. itu ada pengumpulan dana yang akhirnya terkumpul sekitar Rp 15.000.000, dana ini berasal dari pegumpulan di desa-desa di kecamatan Purwoasri. Sebenarnya dananya itu sekitar Rp 23.000.000, itu akumulasi dari 23 desa, namun belum semuanya menyetor,” katanya.

Dhito melanjutkan, tindakan yang dilakukan Camat Purwoasri ini sebenarnya sudah terendus berdasarkan laporan beberapa aparat desa, dan sang camat juga berulangkali diingatkan oleh bubpati. Namun bukannya dilakukan aturan tersebut justru tidak diindahkan.

Selain Camat, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Purwoasri yang berinisial D juga diamanakan dan akan ikut dikenakan sanksi tegas.

Untuk penindakan, Camat bersangkutan akan menerima sanksi berupa penurunan jabatan yang akan dilakukan secepatnya. “Kita sudah membahas untuk sanksi itu, pelanggaran peraturan pemerintah nomor 53 tahun 2010, sanksi diturunkan menunggu Kementrian Dalam Negeri,” pungkasnya.(ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here