Pembuat Miras Illegal di Lamongan Terancam Penjara 5 Tahun

Pelaku saat dihadapan Kapolres Lamongan, ketika dimintai keterangan terkait pembuatan miras. Foto:omdik_kanalindonesia.com
Pelaku saat dihadapan Kapolres Lamongan, ketika dimintai keterangan terkait pembuatan miras. Foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung menegaskan tersangka pelaku produksi minuman keras illegal jenis arak di Lamongan terancam hukuman paling lama 5 tahun kurangan penjara atau denda Rp 10 miliar karena dijerat pasal 137 jo 77 Undang-undang RI Nomer 18 Tahun 2012 Tentang Pangan.

“Saat ini tersangka berinisial AJ kita amankan dan sedang menjalani proses hukum di Satreskrim. Meski demikian kasus ini terus kita kembangkan” kata AKBP Feby DP Hutagalung, Kamis (24/5/2018) siang saat gelar release di Mapolres Lamongan.

Menurutnya, barang bukti yang diamankan dalam kasus produksi miras illegal tersebut di antaranya bahan baku baceman, tungku, kompor serta bahan lainya.Barang bukti baceman yang di amankan sebanyak 18 drum, masing-masing drum berisi sekitar 200 liter.

“Dihadapan pertugas tersangka dilakukan  pemeriksaan, mengakui  sebelum melakukan produksi tersebut, tersangka AJ juga pernah mengedarkan atau menjual   miras jenis arak yang disuplai dari luar kota Lamongan”, jelasnya

Seperti diketahui Rabu (23/5/2018) kemarin sejumlah petugas Polsek Sugio dan Polres Lamongan mengrebek tempat produksi minuman keras jenis arak di rumah kosong di Dusun Babatan, Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan. Sejumlah barang bukti kemudian diamankan petugas.

Penggerebekan itu  bermula dari informasi dari masyarakat yang curiga dan resah dengan aktifitas di rumah kosong tersebut karena mengeluarkan bau yang menyengat.

“Atas informasi tersebut, sejumlah  kemudian langsung  melakukan penyelidikan ke lokasi di Dusun Babatan itu kemudian langsung dilakukan pengrebekan,”  terang  AKBP Feby DP Hutagalung, kemarin.

Hasil pemeriksaan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), rumah kosong tersebut milik Jannah, salah seorang warga setempat, yang dipakai AJ untuk memproduksi arak.

Selain mengamankan  barang bukti, sejumlah saksi juga dimintai keterangan petugas untuk mengungkap tindak pidana miras yang dampaknya dapat merusak massa depan generasi muda tersebut.(omdik/fer)