Pelaku Curas, Curat dan Penadah Dibekuk Anggota Polres Madiun

6 orang komplotan tersangka pencurian dengan kekerasan (curas), penyekap korban dan membuangnya ditengah hutan. Lalu, bawa kabur Dump Truk milik toko bangunan dijaga korban.

KANALINDONESIA.COM : Petugas Sat Reskrim Polres Madiun dan Polsek Balerejo membekuk sebanyak 9 orang pelaku pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan penadah. Tindak curas dilakukan komplotan itu, menyatroni toko bangunan di Desa/Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, belum lama ini.

“Satu pelaku mendatangi Marjono penjaga gudang toko bangunan itu, begitu lengah Marjono langsung diikat dan mulut dilakban. Selanjutnya, Marjono dibuang di hutan Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, 6 pelaku kembali ke gudang untuk membawa Dump Truk nopol AE 8242 UE,” jelas Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Hanif Fatih Wicaksono, Rabu (21/9).

Baca:  Jaksa Tolak Pledoi Henry Gunawan, Fakta-Fakta Penipuan Kongsi Pasar Turi Dibeber

Selanjutnya, Dump Truk itu dijual ke penadah di Blitar, saat digerebek penadah sudah kabur dan kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Komplotan itu tertangkap sepekan setelah beraksi hingga menuju ke penadah, petugas hanya mendapatkan bodi casis truk. Nomor rangka dalam casis sama dengan Dump Truk.

Ke-6 pelaku kini jadi tersangka yaitu Trisno Utomo (37), Panio (45), Sigit Hariyadi (28)  Desa Rejuno, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi. Joko Purnomo (44) Desa Gandu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Lalu, Iwan Sapto (44) Desa Umbul Damas, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar dan Agus S (26) Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Informasi dari komplotan itu, tambahnya, bak dan mesin Dump Truk dijual hingga ke Papua. “Atas perbuatannya masing-masing pelaku dijerat pasal sesuai  perannya yaitu pasal 363 ke 3e. 4e KUHP atau pasal 365 ayat 2 ke 1e, 2e KUHP dengan ancaman 7-12 tahun penjara,” jelasnya.

Baca:  Industri Kereta Api Nasional Pacu TKDN dan Teknologi

Sementara itu, pelaku curat dan penadah dibekuk Unit Reskrim Polsek Balerejo, keduanya mencuri terpal geotextile sebanyak 10 lembar dengan panjang masing-masing 10 meter. Terpal itu milik PT Adhi Karya kontraktor pembangunan jalan tol, sedangkan kedua pelaku sebagai pekerja tidak tetap.

Pelaku yaitu Mas’ud (35) warga Desa Pahesan,. Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jateng dan Khoirul Hidayat (21) Desa Temurejo, Kecamatan Karangayu, Kabupaten Grobogan, Jateng. Baru 5 lembar terpal dijual ke penadah seharga Rp 155 ribu per lembar. Keduanya, dibekuk setelah ada laporan dari kontraktor.

Pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman 7  tahun penjara, sedangkan Sardi (44) Desa Sogo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, sebagai penanda dijerat pasal 480 KUHP diancam hukuman 4 tahun penjara. Kini seluruh tersangka mendekam di sel tahanan Mapolres Madiun.

Baca:  Rapid Test: Puluhan Wartawan Non Reaktif

AS