Jual Serbuk Petasan, Pria Ponorogo Dicokok Polisi

ilustrasi bahan petasan

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Edarkan serbuk bahan petasan illegal CA(20) warga Dusun Miri, Desa Tanjunggunung, Kecamatan Badegan, Ponorogo, Jatim harus berurusan dengan polisi.

Pelaku diamankan di sebuah gubuk yang berada di tepi jalan Desa Glinggang, Kecamatan Sampung, Ponorogo, Jatim, Senin(21/05/2018)sekira pukul 23.00 WIB.

Penngkapan pelaku bermula saat anggota unit Reskrim Polsek Sampung mendapat informasi dari masyarakat adanya peredaran bubuk petasan di wilayah hukum Polsek Sampung yang pembeliannya melalui media sosial whatsapp.

Mendapati laporan tersebut, salah satu angota Polsek Sampung kemudian berusaha melakukan pelacakan dengan cara masuk ke facebook group Tradisi balon lebaran “Ponorogo” dan masuk ke tautan whatsapp group Tradisi Balon Lebaran “Ponorogo” yang akhirnya mengetahui jika salah satu anggota group yang menawarkan bumbu (bubuk petasan).

Anggota Polsek Sampung yang melakukan penyamaran sebagai pembeli tersebut berhasil melakukan komunikasi dengan pelaku dan memancing dengan melakukan transaksi melalui whatsapp.

Tak mau kehilangan buruan, anggota Polsek Sampung langsung melakukan pengamanan terhadap pelaku bersama dengan barang bukti.

“Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku jika bubuk bahan petasan diperolehnya dari membeli pada seseorang yang belum dikenal yang mengaku beralamatkan di Sumoroto,”ucap Kasubbag Humas Polres Ponorogo AKP Sudarmanto.

Pelaku membeli bubuk petasan dengan harga Rp 220.000,-  per kilogram, yang kemudian dijual lagi seharga Rp 250.000,  per kilogram, untuk sumbu petasan dibeli seharga Rp.100.000,- per ikat, yang kemudian dijual lagi seharga Rp.130.000,-

Atas perbuatanya tersebut, pelaku dianggap telah melanggar pasal 1 ayat (1) UU Darurat No.12 tahun 1951 tentang bahan peledak.

Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti dari tangan pelaku berupa 6 plastik bubuk petasan dengan berat masing-masing 500 gram; 1 ikat sumbu petasan yang berisi 100 helai sumbu; 1 buah handphone; 1 buah tas pinggang; uang tunai sebesar Rp.217.000,- .

“Saat ini pelaku masih dalam proses pemeriksaan untuk pengembangan kasus,”pungkas AKP Sudarmanto.(KI-01)