1.003. 168 Lembar Surat Suara Pilbup, Dilipat dan Disortir di Gor Merdeka Jombang

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM:  :Sebanyak 1.003.168 lembar surat suara untuk pemilihan bupati (Pilbup) Jombang, Jawa Timur, telah didistribusikan dari penyedia suarat suara yang ada di Kabupaten Sidoarjo, ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jombang, pada Jumat (25/5/2018) kemarin.

“Surat suara pemilihan bupati dan wakil bupati Jombang tahun 2018, ada 1.003.168 lembar,” ujar Komisioner KPU Jombang, Muhaimin Sofi, pada sejumlah jurnalis, Sabtu (26/5/2018).

Usai diterima oleh KPU Jombang pada Jumat kemarin, lanjut Muhaimin, surat suara tersebut diketahui kurang, namun saat ini sudah dikirim oleh distributor penyedia surat suara di Sidoarjo.

“Kemarin ada kekurangan seribu lembar, hari ini sudah dikirim,” ungkap Muhaimin.

Masih menurut penjelasan Muhaimin, untuk melakukan pelipatan dan pengecekan ulang, KPU Jombang menggunakan 150 orang, dan kegiatan ini dilakukan Gedung Olah Raga (GOR) Merdeka Jombang.

“Kalau pelipatan melibatkan 150 orang, dan masih bisa bertambah jumlahnya jika memang dibutuhkan, karena targetnya kita 10 hari harus selesai,” paparnya.

Lanjut Muhaimin, dan untuk ongkos pelipatan, KPU memberikan ongkos sebesar Rp 90,- per lembar surat suara, namun ada pembedaan ongkos untuk surat suara pilbup dan surat suara pemilihan gubernur (pilgub), sesuai dengan jumlah lipatan surat suara.

“Ongkos per lembar untuk pelipatan ini 90 rupiah, ongkos dibedakan karena pilbup itu lipatannya tiga sedangkan pilgub itu sekali,” tegas Muhaimin.

Saat ditanya apakah setelah diterima oleh KPU, terdapat surat suara yang rusak, dan dikembalikan ke distributor penyedia surat suara di Sidoarjo.

“Insyaallah tidak ada, soalnya di penyedia percetakan itu sudah disortir disana, pada saat membawa juga dinaikkan kendaraan yang tertutup sehingga aman,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut salah satu tenaga pelipatan kertas suara pilbup, Rema Emiliyana yang berasal dari Desa Selorejo, Mojowarno, menuturkan bahwa pihaknya sengaja menjadi tenaga pelipatan kertas suara hanya untuk mengisi waktu luang.

“Kebetulan kemarin ada yang ngajak, ini ikut kan biar gak nganggur di rumah. Dan ongkosnya per lembar 90 rupiah, nanti hasilnya bisa buat ngabuburit nanti,” ungkapnya.

Ketika ditanya sudah berapa kali mengikuti, kegiatan pelipatan kertas suara, dan apa yang menjadi kendala saat melakukan pelipatan kertas suara tersebut, perempuan berkacamata tersebut mengatakan bahwa ini, ini adalah pertama kalinya mengikuti pelipatan kertas suara.

“Belum dan baru pertama kali, ya kesulitannya takut sobek dan takut kotor kertas suaranya,” tukasnya.

Perlu diketahui, sesuai jadwal yang ditentukan antara KPU dan distributor penyedia surat suara di Sidoarjo, untuk kertas suara pilgub, akan datang pada tanggal 28 Mei 2018.(elo)