Menteri Agama Bayar Zakat Rp 30 Juta Melalui Baznas

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin resmi membayar zakat penghasilan dan zakat mal sebesar Rp 30juta melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Zakat diterima oleh Anggota Baznas Irsyadul Halim didampingi Deputi Baznas Arifin Purwakananta, Sekretaris Baznas Jaja Jaelani, dan Kadiv Pengumpulan UPZ Baznas Faisal Qosim, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (28/5/2018).

Usai acara, Deputi Baznas Arifin Purwakananta menyampaikan laporan singkat kepada Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin.

Menurut Arifin, pembayaran zakat oleh Menteri Agama ini akan menjadi teladan bagi masyarakat untuk membersihkan setiap harta yang dimilikinya.

“Kami berterimakasih kepada Menteri Agama, Bapak Lukman Hakim Syaifuddin yang telah menjadi muzaki Baznas selama beberapa tahun ini dan kami berharap dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” ujar Arifin sumringah.

Arifin mengatakan, di bulan suci  Ramadan ini pihaknya memiliki berbagai program untuk memberikan pelayanan kepada para muzaki (masyarakat yang menunaikan zakat) dan mustahik (kaum yang layak dibantu).

Untuk program penyaluran, dipersiapkan berbagai program meliputi paket Ramadhan Bahagia (PRB), Hidangan Berkah Ramadhan, Masjid Cemerlang dan Buka Puasa dengan ribuan anak yatim.

Selain itu, Program Pesantren Ramadhan Kampung Pemulung, Posko Baznas Siaga Mudik Lebaran, Pesantren Sociotechnopreneurship Baznas se-Jabodetabek, Teras sehat dari Rumah Sehat Baznas, Aksi Layanan Aktif Baznas dan Pameran produk Pemberdayaan.

“Target penyaluran zakat pada Ramadhan tahun ini di Baznas Pusat mencapai Rp 22 Miliar untuk 57 ribu mustahik yang akan menerima manfaatnya,” ungkapnya.

Ia memaparkan, pihaknya juga akan menyalurkan zakat melalui program-program pemberdayaan yaitu Zakat Community Development (ZCD), program microfinance, dan Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (PEM).

Selain penyaluran, juga berfokus pada layanan yang memberikan kemudahan pembayaran zakat dengan memperbanyak kanal pembayaran digital. Antara lain melalui digital banking channel yakni transfer ATM, mobile banking, internet banking, SMS banking.

“Di bulan Ramadhan ini kami memberi kemudahan berzakat melalui e commerce yaitu  Lazada dan Shoppee, serta dengan memanfaatkan fasilitas teknologi finansial seperti gopay, m-cash, t-cash, easypay dan uang elektronik.

Masyarakat juga dapat memanfaatkan QR Code, yang memudahkan masyarakat karena ada di fasilitas publik seperti stasiun di Jabodetabek, gerai zakat di 36 lokasi, restoran, cafe dan masjid,” jelas Arifin.

Ia menuturkan, untuk target penghimpunan zakat se-Indonesia pada Bulan Ramadan diharapkan dapat mencapai Rp 3 Triliun, atau hampir 30 persen dari target nasional selama 2018 sebesar Rp 8 Triliun.

“Baznas Pusat di bulan Ramadan 1439 H ini menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rpv54 miliar dari target setahun dari target setahun Rp 200 miliar,’ tutur Arifin. @Rud