Ngabuburit Ala Santri Dengan Latihan Musik Islami Tradisional

JOMBANG, KANALINDONESIA. COM:  :Berbagai macam cara dilakukan guna menunggu berbuka puasa, seperti di Pondok Pesantren Putri Al-Lathifiyah II Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Ratusan santri ponpes tersebut, ngabuburit dengan dengan latihan memainkan musik islami tradisional rebana al-banjari dengan tujuan melestarikan musik islami.

“Perasaannya senang, karena bisa menghibur teman-teman juga, sambil mengisi waktu luang menunggu buka puasa,” ujar Sarifatul Umah (16), pada sejumlah jurnalis, Rabu (30/5/2018).

Selain melestarikan kesenian tradisional, santri yang berasal dari Kabupaten Tuban tersebut mengaku bahwa nantinya jika pulang ke kampung halaman, seni banjari dan music tradisional tersebut akan dijadaikan sarana dakwah ke masyarakat.

“Yan anti harapannya, kalau pulang bisa diamalkan dan dipertontonkan di masyarakat, sekaligus menepis anggapan masyarakat bahwa kalau mondok itu hanya ngaji melulu, nah kita disini juga belajar music, dan melestarikan kesenian tradisional,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut penjelasan pengasuh Al-Lathifiyyah II dan Al-Wahabiyyah 1, Hj Mundjidah Wahab, bahwa Pondok Pesantren Putri Al-Lathifiyah II dan Pondok Pesantren Putra Al-Wahabiyyah 1 Bahrul Ulum Tambakberas Jombang merupakan lembaga sosial keagamaan dan pendidikan yang berkomitmen melahirkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dengan karakteristik yang seimbang antara IMTAQ dan IPTEK.

“Memang program kita santri ini harus serba bisa, karena nanti anak-anak itu akan terjun ke masyarakat, dimana masyarakat itu membutuhkan dakwah dengan kesenian, ada pidato ada drama,” papar Mundjidah.

Untuk mendukung dan memotifasi kegiatan ini, lanjut Mundjidah, pihak dari pengurus ponpes mengadakan perlombaan seni tradisional, antar santri, maupun kegiatan positif lainnya.

“Setiap tahun diadakan lomba untuk santri sendiri, sehingga mengikuti bakat anak-anak yang dijadikan bekal nantinya. Jadi ini adalah program dimana anak-anak ini bisa sekolah, mengaji sekaligus juga bisa mengembangkan keseniannya untuk dakwah,” tukas Mundjidah.(elo)