Jelang Lebaran, Satgas Pangan Sidak Tiga Tempat Pengolahan dan Penyimpanan Beras di Jombang

tim satgas pangan saat melakukan sidak di salah satu gudang temoat penyimpanan dab pengelolaan beras di Jombang

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Jelang memasuki perayaan hari raya idul fitri, tim gabungan Satgas Pangan Jombang, melakukan pemantauan dengan menggelar inspeksi mendadak (Sidak), di tiga tempat pengolahan dan penyimpanan beras.

Ketiga tempat yang menjadai sasaran tim satgas pangan yakni, sebuah gudang dan pengolahan beras di Dusun Pedes, Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Gudang Bulog Tunggorono II, di Desa Tunggorono Jombang, serta tempat pengolahan dan penyimpanan beras di PT. Sinar Makmur Komoditas di jalan Gatot Subroto, Desa Mojongapit Jombang.

“Jadi kita sidak ke tiga tempat, dengan tujuan memantau ketersediaan beras di wilayah Jombang, dan hasilnya untuk ketersediaan beras masih aman selama 9 bulan kedepan,” ujar ketua tim Satgas Pangan, AKP Gatot Setya Budi, pada sejumlah jurnalis, Rabu (30/5/2018).

Setelah memastikan simpanan beras untuk masyarakat Jombang aman untuk 9 bulan kedepan, Satgas Pangan Jombang, juga menghimbau pada sejumlah pengusaha pengolahan beras di Jombang, agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar ketentuan-ketentaun yang berlaku.

“Kami himbau pada pengusaha-pengusaha penggilingan, dalam rangka melakukan memproduksi produk-produk beras agar tidak menggunakan teknik-teknik yang merugikan masyarakat, dan diharapkan memproses beras secara alami dan tidak mengunakan trik-trik yang merugikan masyarakat,” terang Gatot.

Selama melakukan sidak ke beberapa tempat, tim satgas pangan tidak menemukan beras oplosan. Namun dalam pengolahan beras premium dan medium, sangatlah rentan sekali untuk dilakukan pengoplosan dengan komposisi yang tidak sesuai dengan ketentuan dari Bulog.

“Kalau beras oplosan kam tidak menemukan. Dari keterangan Bulog tadi memang ada beras impor dan nanti untuk keterangan lebih lanjut bisa pihak Bulog yang menjelaskan,” tukas Gatot.

Sementara itu wakil kepala Bulog Subdivre Surabaya Selatan, Adi Wijaya, mengatakan bahwa memang ada beras impor, namun beras tersebut tidak untuk diedarkan di Jombang, maupun di Jawa Timur.

“Beras impor, yang ada di Jawa Timur tidak diperbolehkan beredar di wilayah di Jawa Timur, dan beras ini hanya transit untuk percepatan bongkar untuk disalurkan lagi ke wilayah Indonesia timur sesuai keperuntukan,” ungkap Adi.

Jumlah beras impor yang ada di Jawa Timur, lanjut Adi, ada 13 ribu ton, dan jumlah tersebut akan terus bertambah, mengingat target beras impor untuk transit di wilayah Jawa Timur ada 39 ribu ton.

“Beras impor yang ada di Jombang, yang sudah masuk ada 13 ribu ton dan masih akan masuk karena rencana awal masuk sampai 39 ribu ton, tetapi beras impor tersebar di 5 gudang di Jawa Timur termasuk di dua Mojokerto dan Jombang,” paparnya.

Imbuh Adi, keberadaan beras impor di gudang penyimpanan bulog tersebut, sudah dikordinasikan dengan tim satgas pangan Polres Jombang.

“Dan semua dikordinasikan dengan Satgas Pangan Polres, bahwa beras tersebut hanya di simpan dan tidak boleh dikeluarkan di Jawa Timur termasuk Jombang. Dan beras tersebut dipastikan tidak akan ada hama karena sebelum disalurkan beras tersebut akan dilakukan fungigasi untuk mematikan hama, yang ada di beras tersebut,” pungkasnya.(elo)