Koalisi LSM Bersatu Kendal Anggap KIK Gagal Penuhi Harapan Masyarakat Kendal

Jumpa pers Koalisi LSM Bersatu di Rumah Makan Aldila

KENDAL, KANALINDONESIA.COM: Berdasarkan Perpres No.3 tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan proyek Strategis Nasional yang diperbaharui dalam Perpres No.58 tahun 2018 yang menyebutkan bahwa percepatan pelaksanaan proyek Strategis Nasional.

Dalam hal ini Kawasan Insdustri Kendal (KIK) salah satu bagian Proyek Strategis Nasional, Rabu (30/5) sore.

Koordinator Koalisi LSM Bersatu Bambang Susilo menjelaskan, sejak masuk ke kendal untuk membebaskan lahan untuk membuat suatu kawasan Insdustri Kendal hingga saat ini masih banyak menyisakan banyak persoalan yang merugikan masyarakan kendal.

“Permasalahan tersebut yaitu, tertutup saluran tersier di desa Kumpulrejo, Bondo Desa Desa Brangsong yang belum tuntas dan Progres Report PT. KIK pembangunan kawasan yang lambat.”katanya saat jumpa pers.

Dikatakannya, bahwa ijin prinsip yang diberikan Pemkab Kendal seluas 1000 hektar pada tahun 2012 dan diperpanjang pada bulan Januari 2016 sampai saat ini belum sepenuhnya tuntas untuk pembebasan tanah.

“Untuk itu kami yang tergabung Koalisi LSM Bersatu menuntut agar PT. KIK meninjau ulang amdal yang pelaksanaanya tidak sesuai, segera menyelesaikan tukar guling Bondo Desa Desa Brangsong, kembalikan saluran tersier di Desa Kumpulrejo, prioritaskan Putra Daerah lokal dan selesaikan seluruh persoalan sengketa/pembayaran tanah dengan masyarakat.”jelasnya.(eko)