Bekraf dan Suryo Alam, Gelar Diskusi Kelompok Terumpun Pentahelix Ekonomi Kreatif di Jombang

Suasana diskusi antara Bekraf, Suryo Alam dan sejumlah pelaku ekonomi kreatif Jombang, di Hotel Yusro

JOMBANG, KANALINDONESIA. COM: :Suryo Alam anggota komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, beserta dengan Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Jakarta, Ahmad Rekotomo, menggelar diskusi kelompok terumpun pentahelix ekonomi kreatif di Jombang, Kamis (31/5/2018), di hall utama Hotel Yusro Jombang.

“Yang pertama program Pak Jokowi itu, salah satu janji di Nawacita itu, mengembangkan ekonomi kreatif. Dulu pertama kali muncul ekonomi kreatif itu bentuknya bukan badan, dan itu disalah satu dirjen di kementrian pariwisata, nah di jaman pak Jokowi munculah badan ekonomi kreatif,” ujar Suryo Alam pada sejumlah jurnalis, usai acara diskusi di hotel Yusro.

Diskusi ini diikuti oleh ratusan creator atau pelaku usaha ekonomi kreatif mulai dari, pengrajin batik, pembuat jajanan dan lain sebagainya. Dalam diskusi tersebut para pelaku ekonomi kreatif ini diharapkan mampu bisa menciptakan lapangan kerja baru.

“Padahal ekonomi kreatif beserta dengan sektor pariwisata, diharapkan bisa menggantikan posisi penerimaan devisa Negara, yang tadinya dari tambang, perkebunan bisa diganti oleh ekonomi kreatif dan pariwisata. Selain itu ekonomi kreatif cepat untuk membuka lapangan kerja yang baru dan ekonomi yang tahan banting,”papar Suryo Alam.
Masih menurut Suryo Alam, Kabupaten Jombang, merupakan daerah yang mempunyai potensi ekonomi kreatif yang besar, dan perlu disuport baik oleh pemerintah daerah maupun oleh pemerintah pusat.

“Jombang itu potensi ekonomi kreatifnya besar, supaya pusat juga tahu, bahwa kita bisa banyak kembang, dan kegiatan diskusi seperti hari ini merupakan langkah awal-awal nya, dan berikutnya akan di follow up,” kata Suryo Alam.

Selain itu, lanjut Suryo Alam, pihaknya akan memperjuangkan RUU Ekonomi Kreatif yang hari ini masuk agenda program legislasi nasional (Prolegnas).

“Ya pasti lah nanti kita akan perjuangkan agar ini bisa jadi Undang-undang,” tukasnya.

Perlu diketahui, bahwa Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif. Saat ini, Kepala Bekraf dijabat oleh Triawan Munaf.

Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio.(elo)