MAGETAN, KANALINDONESIA.COM: Keluhan masyarakat soal lambannya perbaikkan jembatan didesa Bogem, Sukomoro Magetan yang ambrol, dijawab Dinas PUPR Magetan. Dijelaskan, bahwa perbaikan tidak bisa serta merta langsung dilakukan. Perbaikkannya memang harus melalui proses pada umumnya. Yakni melalui proses lelang. Apalagi anggarannnya mencapai satu milyar.

“ Jadi ya memang harus begitu. Tidak bisa hari ini rusak , terus besok langsung diperbaiki. Tetap melalui proses lelang. Karena anggarannya cukup besar“, terang Muhtar Wahid , Kepala Dinas PUPR Magetan, usai kunjungan Tim Wasev TMMD TNI AD di desa Gonggang, Poncol, Selasa 6 Juli 2021.
Dilanjutkan Muhtar, dinasnya tidak mau menyelesaikan suatu masalah tetapi di kemudian hari malah timbul masalah. Karena proses penyelesaiannya yang tidak mematuhi peraturan yang berlaku.

“ Nah, prinsip kita kan tidak mau cepat menyelesaikan masalah, tetapi malah nantinya menimbulkan masalah. Bagaimana aturannya, ya kita ikuti”, tegas Muhtar Wahid.
Disisi lain, pemerintah berprinsip bahwa jika memperbaiki sarpras yang rusak tidak hanya untuk setahun atau dua tahun mendatang. Tetapi disiapkan untuk nantinya bisa bertahan sampai seratus kemudian.
“ Jadi gini, kalau kita perbaiki sekarang, tidak untuk bertahan setahun dua tahun. Tapi bisa kelak seratus tahun lagi. Jadi kita siapkan secara matang ”, ungkapnya.

Untuk perbaikkan jembatan desa Bogem sendiri, akan dilebarkan dari ukuran semula. Serta penguatan pondasi di kedua sisi.
“Insya allah kalau proses lelangnya lancar Agustus depan sudah kita mulai pembangunannya”, pungkas Muhtar Wahid. (rif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here