Polres Madiun Ungkap Tiga Kasus Illegal Logging

KANALINDONESIA.COM :Polres Madiun berhasil mengungkap 3 kasus perkara illegal lloging ditempat kejadian perkara berbeda dengan 4 pelaku diamankan.

Ke-4 pelaku dan kini menjadi tersangka ditahan di Mapolres Madiun, guna kepentingan penyidikan.

Pelaku yaitu Joko Endro Susilo (41) warga Desa Duren, Kecamatan Pilangkenceng, Sugito (53) warga Desa Candimulyo, Kecamatan Dolopo dan Sugeng (45) warga Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Sedangkan, Adi alias Kepleh melarikan diri sehingga polisi menetapkan yang bersangkutan daftar pencarian orang (DPO).

“Pelaku diamankan mengaku ada peran berbeda dari sebagai jasa angkut, ada eksekutor menebang kayu hingga berdalih kayu akan dipergunakan untuk perbaikan rumahnya karena faktor ekonomi,” jelas Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Hanif Fatih Wicaksono, Kamis (22/9).

Baca:  Indonesia Bisa Besar dan Maju Bila Kembali Pada Nilai Luhur Bangsa

Tersangka  Joko Endro Susilo ditangkap saat didalam hutan jati petak  68 RPH Panggung  BKPH Dagangan masuk Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, saat membawa satu unit truk Nopol B-9105 EU. Tersangka  Sugeng ditangkap saat menebang pohon kayu jati di petak 101 RPH Kemantren BKPH Dagangan.

Selanjutnya kayu diangkut dengan menggunakan gerobak menuju jalan desa  tepi hutan masuk Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo. Disana telah menunggu kendaraan Toyota Kijang warna silver metalik Nopol B-1015-KVL yang dikendarai Sugito.

“Modusnya mereka mengelabuhi aparat dalam hal ini rekan-rekan dari perhutani mereka mengangkut dengan menggunakan mobil umum atau mini bus. Kalau truk ini tidak ada barang bukti kayu, namun truk ini yang dikendarai bapak ini dia ada dikawasan hutan, tanpa ijin membawa truk, jadi pasalnya berbeda-beda,” ujar AKP Hanif Fatih lagi.

Baca:  Pemkot Surabaya Koordinasi dengan Kepolisian Surabaya Amankan Natal 2019 & Tahun Baru 2020

Meski kerugian  pemerintah dalam hal ini Perhutani dalam bentuk kayu diperkirakan sekitar empat (4) kubik, tetapi AKP Hanif Fatih Wicaksono, SIK mengaku,  belum bisa menghitung secara rinci karena belum bisa melihat nilai eknomi dari barang tersebut. Ke-3 kasus illegal logging itu 2 kasus ditangani Polres Madiun dan satu kasus ditangani Polsek Saradan merupakan hasil kerjasama antara pihak Perhutani dan Sat Reskrim Polres Madiun.(as)