Tahapan Pemilu 2019, KPU Jombang Lakukan Verifikasi Faktual Pendukung DPD Jatim

Ato’illah, Komisioner KPU Kabupaten Jombang saat di wawancarai sejumlah jurnalis di kantornya

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Memasuki tahapan pemilihan umum (Pemilu) 2019, terkait pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jombang tengah melakukan Verifikasi Faktual (Verfak).

Verifikasi Faktual ini di tujukan untuk memverifikasi dukungan terhadap sejumlah pendukung 20 bakal calon anggota DPD, dari Jawa Timur (Jatim) yang berada dan tersebar di Kabupaten Jombang.

“Kita melakukan verifikasi faktual terhadap dukungan dari 20 calon anggota DPD. Hari ini kita berjalan, yang dilakukan oleh PPS, Insyaalloh hari ini sudah selesai,” ujar Komisioner KPU Jombang, Ato’illah kepada sejumlah jurnalis, Selasa (5/6/2018).

Baca:  Presiden dan Ibu Negara Kunjungan Kerja ke Jatim dan Jateng

Masih menurut penjelasan Ato’illah, total ada 345 ‘sample’ yang akan diverifikasi. Jumlah tersebut, adalah 10 persen dari dukungan terhadap bakal calon DPD. Dukungan tersebut tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Jombang.

“Variatif, hanya ada jumlahnya sangat sedikit, ada juga yang banyak,” tandasnya.

Kecamatan Kabuh, Jombang, lanjut Ato’illah, hanya ada satu orang yang diverifikasi. Jumlah dukungan terbanyak yang diverifikasi oleh KPU Kabupaten Jombang terdapat di Kecamatan Sumobito.

“Yang terbanyak ada di Kecamatan Sumobito,” paparnya.

Namun saat ditanya apakah hasil tersebut sudah bisa dipublikasikan, pihaknya menjelaskan bahwa saat ini hasil verifikasi faktual belum keluar, karena PPS masih melakukan kegiatan verifikasi tersebut di lapangan.

Baca:  Cegah Narkoba, BNN Gresik Lakukan Penyuluhan

“Mungkin besok siang atau sore sudah bisa kita lihat angkanya berapa,” terang Ato’illah.

Meski begitu, imbuh Ato’illah, angka yang keluar besok, belum tentu menunjukkan angka sesungguhnya. Hal ini dikarenakan, bisa jadi saat petugas verifikasi mendatangi rumah obyek verifikasi, yang bersangkutan sedang tidak ada di rumah.

“Nah yang tidak ketemu ini nanti kita ke calonnya, kami sampaikan agar dihadirkan ke KPU untuk diverifikasi,” katanya.

Imbuh Ato’illah, untuk syarat dukungan bakal calon DPD, perlu minimal 5.000 dukungan dalam satu provinsi dan tersebar di 75 persen jumlah kabupaten dan kota.

“Nah ini sudah memenuhi syarat dukungan itu sebenarnya. Karena secara administrasi ada beberapa pendaftar yang akhirnya tidak lanjut verifikasi faktual karena syarat administrasinya tidak terpenuhi,” paparnya.

Baca:  Rampok Kambuhan Kembali Masuk Penjara

Perlu diketahui, pemilihan DPD-RI akan di lakukan pada tahun 2019 mendatang berbarengan dengan Pemilu Legislatif (Pileg) serta Pemilihan Presiden (Pilpres) pada tahun tersebut.(elo)