Bukber di Klenteng Hong San Kiong Jombang, Ibu Sinta Nuriyah Berpesan Pentingnya Hidup Rukun

Suasana bukber di Klenteng Hong San Kiong bersama Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Ratusan warga berkumpul di Klenteng Hong San Kiong Gudo Jombang. Pasalnya, ratusan warga tersebut melaksanakan buka bersama (Bukber) dengan Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, istri dari Presiden RI ke -4, KH Abdurrahman Wahid.

Acara ini juga menjadi tempat bertemunya ratusan pelajar dari 4 sekolah berlatar belakang berbeda. Merek berasal dari SD Kristen Petra Jombang, MI Islamiyyah Perak, PAUD Setya Dharma, dan SDN 1 Pare. Mereka juga unjuk kebolehan masih-masing.

“Kami ingin multikulturalisme dan toleransi disemai sejak dini melalui institusi pendidikan,” kata aktifis GusDurian Jombang, Aan Anshori, pada sejumlah jurnalis, Kamis (7/7/2018).

Baca:  Peringati Hari Ibu, PT KAI Ajak Siswa SLB Wisata Edukasi

Masih menurut Aan, dengan mengenalkan rumah ibadah dan budaya milik orang lain, akan menumbuhkan sensitifitas dan meminimalisir kesalahpahaman.

“Sebab situasi intoleransi di Indonesia semakin mengkhawatirkan,” ujar Aan.

Sementara itu, Ibu Sinta Nuriyah dalam acara tersebut berpesan akan pentingnya hidup rukun dan saling menghormati satu sama lain.

“Perbedaan itu sunnatullah. Indonesia punya banyak keragaman. Tidak boleh saling menghina, apalagi berkonflik,” ungkapnya.

Bahkan mantan Ibu Negara tersebut, mengajak semua undangan menjadikan puasa sebagai sumber kearifan, kejujuran dan kebenaran dalam hidup berbangsa. Istri Presiden ke – 4 RI ini selanjutnya mengajak hadirin menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa bersama.

“Kami senang Klenteng Gudo bisa berkontribusi dalam memajukan kemajemukan di Jawa Timur, khususnya di Jombang,” tutur Tony Hok Lay, selaku ketua klenteng Hong San Kiong.

Baca:  Divonis 10 Bulan Penjara Terkait Penyebaran Video Hoaks Kerusuhan AMP Surabaya, Youtuber Asal Kebumen Pasrah

Selain kelompok lintas agama, buka bersama itu juga dihadiri perwakilan Ahmadiyyah, Persatuan Waria Jombang, dan Penghayat Kepercayaan yang tergabung dalam Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia.(elo)