Bupati Ipong : Grebeg Suro Akan Lebih Baik dan Lebih Sakral

Bupati Ipong saat Pers Conference

KANALINDONESIA.COM : Gelaran akbar Grebeg Suro dan Festival Nasional Reog Ponorogo ke XXIII tahun 2016 ini akan berbeda dengan tahun tahun sebelumnya.

Hal ini disampaikan Bupati Ponorogo Ipong Mukhlisoni saat pers conference yang digelar dirumah dinas Bupati, Jumat(23/09/2016).

“Pada tahun ini atas kesepakatan dengan Dinas Pariwisata kami memperbaiki manajemen penyelenggaraanya dengan menggandeng pihak swasta untuk membuat berbeda pada tahun tahun sebelumnya,”ucap Bupati Ponorogo Ipong Mukhlisoni.

Disebutkan, tak hanya pada tata panggung serta layout lokasi digelarnya Festival Nasional Reog Nasional (FNRP), pihak Pemkab yang dalam perhelatan ini menggandeng Event Organizer(EO) berusaha untuk mengisi dan menyulap alun-alun Ponorogo bak stand ekspo untuk UKM yang lebih mengutamakan warga Ponorogo.

Baca:  DPC Projo Jombang, Antusias Ikuti Pawai Budaya Jombang

Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap perhelatan akbar yang selalu dipenuhi oleh pedagang dan penyedia hiburan-hiburan pasar malam luar kota, tapi untuk tahun ini pihak Pemkab Ponorogo dan EO Grebeg Suro mengalihkan sementara stand permainan seperti komedi putar, tong setan, penyewa mobil-mobilan maupun yang lain-lainya ke Sub Terminal yang berada di Tambakbayan.

“Ya masa sih, saat ada penampilan peserta reog, ada suara cd. Ada suara tong setan. Suara permainan anak kecil?,” kata Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni kepada wartawan saat konfrensi pers Grebeg, Jumat (23/09/2016).

Alasannya sederhana, karena mereka dirasa mengganggu kesakralan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) ke XXIII. Jika ada suara-suara lain di luar gamelan reog.

Baca:  Sepulang dari Malaysia, Ratusan PMI dan Mahasiswa Asal Jatim Jalani Rapid Test di Bandara Juanda

“Jadi selama event grebeg suro, tidak ada permainan apapun. Tidak ada stand mainan. Biar lebih sakral saja,” terang Bupati Ipong.

Sementara stand yang disediakan oleh Pemkab maupun EO hanya khusus kuliner dan beberapa stand UKM, serta swasta.

Ipong menjelaskan, yang pasti stand kali ini lebih baik lagi. Walaupun pada awalnya ada pertentangan karena sewa standnya terlalu tinggi.

“Tapi sudah saya subsidi, semuanya sudah beres. Tidak terlalu mahal. Karena sewanya cuma Rp 500 ribu selama 10 hari,”urai Bupati Ipong.

Selain itu, dia juga menjanjikan jika pelaksanaan festival pada tahun ini akan lebih rapi tertib dan berkelas, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Namanya merakyat kan tidak mesti semrawut,” kata Bupati Ipong.

Baca:  Tinjau Proses Pembangunan Infrastruktur Asian Games 2018, Wakil Presiden Jusuf Kalla Mengaku Cukup Puas

Gelaran Grebeg Suro sendiri akan dibuka besok pada tanggal 25 September 2016, sedang Festival Nasional Reyog Ponorogo akan dimulai pada Senin – Jumat (29 – 30 September 2016).

Diikuti oleh 39 grup reyog yang terdiri dari 16 grup asal Ponorogo dan 23 dari luar Ponorogo.(ad/KIcom)