Sambut Lebaran, Pemuda Trenggalek Bikin Bazar Murah Dikemas Pamer Seni Budaya

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Guna memenuhi kebutuhan bahan pokok bagi warga Kabupaten Trenggalek dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah Tahun 2018 yang tinggal beberapa hari saja, Komunitas Pemuda Trenggalek (KPT) menggelar bazar murah yang berlangsung sehari sore hingga malam , di Alun-alun Trenggalek, Sabtu, (9/6/2016).

Uniknya kemasan yang dilakukan kelompok pemuda kreatif ini difasilitasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk menjual produk yang dihasilkannya sendiri serta mengembangkan bakat kreatifitas di bidang seni budaya .

Anjar Laksono, Ketua KPT Kabupaten Trenggalek mengatakan, pihaknya sengaja memanfaatkan momentum jelang lebaran Idul Fitri ini dengan menggelar bazar murah sebagai wujud usaha anak muda di Trenggalek.

“Kami sengaja menyuguhkan produk yang dibutuhkan warga menyambut idul Fitri ini dari hasil usaha kami sendiri termasuk anak muda Trenggalek berhasil dan mampu menjadi pengusaha ritel sembako,” katanya.

Dalam bazar murah itu berbagai produk seperti electronik, handpone, aneka kuliner, kerajinan serta asesoris lebaran yang hampir keseluruhannya asli buatan anak muda Trenggalek.

“Itu pengusahanya pemuda kita dan rata-rata utamnya produk kerajinan dan asesoris bikinan lokal,” tuturnya.

Bazar murah yang mulai dibuka pukul 15.30 WIB itu langsung diserbu para pembeli utamnya ibu-ibu dan anak muda sambil menikmati ngabuburit menjelang buka puasa. Mereka antusias menyerbu dagangan yang tersedia di tenda yang telah disiapkan panitia.

“Alhamdulillah minatnya luar biasa dan hasil penjualannya lumayan bagus,” ungkap pemuda yang juga sedang menggeluti bisnis jamur konsumsi ini.

Anjar juga menegaskan, kegiatan bazar yang diselenggarakan ini, merupakan wujud kepedulian semua pihak termasuk elemen pemuda di Trenggalek , selain menyediakan kebutuhan pokok serta barang-barang kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau, juga wahana kreasi dari anak muda lokal.

“ Para pembeli kita hibur degan kreatifitas seni budaya kita seperti keroncong tradisional ala yogjakarta, Turonggo Yakso, Pecut serta kesenian lokal lain yang menghibur mereka sembari menunggu azan maghrib untuk buka puasa,” lanjutnya.

Pada bazar ini sebanyak 150 stand menjual berbagai kebutuhan, dari mulai aneka kue-kue kering, sepatu dan sandal, pakaian anak-anak hingga dewasa, aneka minuman, perabotan rumah tangga, peralatan tulis, peralatan olah raga, alat elektronik, hingga sepeda juga dijajakan pada bazar murah tersebut.

Nanang, (16), pelajar asal salah satu sekolah SMU di Trenggalek menambahkan, dirinya bersama belasan temannya ikut meramaikan kegiatan itu dengan menampilkan atraksi kedekatannya dengan hewan unik yang jarang ditemui dilingkungan warga. Seperti Biawak, ular jenis jinak, serta beberapa jenis kucing.

“Ini kami dari komunitas penyayang binatang ikut meramaikan sambil memanfaatkan waktu menunggu buka puasa,” jelasnya.

Kegiatan ini juga bisa menampung bakat minat seperti dirinya sehingga mampu bebas berekspresi agar masyarakat juga menilai sisi positif dari pemuda itu sendiri.

“Anak muda zaman sekarang lebih baik menyalurkan bakat dan minat di bidangnya masing-masing daripada terjerumus dalam hal negatif seperti narkoba,” ajaknya. (tat/ham)