Jelang Lebaran, Pasar Tradisional Di Lamongan Ramai Pengunjung

Suasana depan Pasar Sekaran yang macet karena banyaknya kendaraan pengunjung pasar yang parkir dipinggir jalan. Foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Pantauan di sejumlah pasar tradisional, di Lamongan, Selasa (12/6/2018), tampak pengunjung yang sebagian besar ibu-ibu dan remaja putri, memadati pasar untuk berbelanja aneka jenis bahan makanan, kue, dan barang keperluan lainnya untuk merayakan hari besar keagamaan ummat Islam itu.

Beberapa pasar yang jumlah pengunjungnya mengalami peningkatan yakni Pasar Pon di Desa Mertani Karanggeneng, Pasar Wage di Desa Pucangro Kalitengah dan Pasar Sekaran di Kecamatan Sekaran Lamongan Jawa Timur.

Pengunjung pasar tradisional yang mengalami peningkatan memasuki bulan suci Ramadhan tampak lebih ramai. Kondisi itu dapat dilihat dari ramainya pengunjung serta kendaraan roda dua dan empat terparkir hingga di luar area parkir yang tersedia di lingkungan pasar tradisional itu.

Menurut Siti, salah seorang pedagang di Pasar Sekaran, jumlah pengunjung pasar sekarang ini mengalami peningkatan dan memberi berkah baginya karena kiosnya yang menyediakan bahan kebutuhan pokok serta bahan membuat kue ramai dikunjungi pelanggan.

Untuk mengimbangi peningkatan pengunjung ke pasar tradisional ini, ia bersama pedagang lainnya, berupaya menambah stok barang dagangan dan jam buka.

“Sekarang ini pasar tradisional yang biasanya pada pukul 10.00 WIB sudah sepi, kini hingga pukul 12.00 WIB masih ramai dikunjungi pembeli yang membutuhkan aneka jenis barang serta bahan makanan untuk persiapan lebaran,” ujarnya.

Sementara menurut salah seorang pengunjung, Nadia, menghadapi lebaran yang kurang beberapa hari ini, pasar tradisional semakin dipadati pengunjung yang akan membeli bahan makanan dan barang keperluan lainnya.

“Pasar tradisional ini seperti tahun-tahun sebelumnya semakin mendekati hari lebaran semakin ramai dan harga barangnyapun melonjak. Untuk menghindari kepadatan dan barang yang dibutuhkan, maka mulai dilakukan pembelian lebih awal dari beberapa waktu yang lalu,” ujarnya.(omdik/fer)