HiCore Mobile Dukung Aturan TKDN Perangkat 4G

Smartphone premium HiCore memiliki kandungan lokal 30% sesuai auran TKDN yang berlaku di Indonesia

KANALINDONESIA.COM : HiCore Mobile, selaku pemain baru di pangsa pasar smartphone Indonesia, menyambut baik dan mendukung peraturan pemerintah dalam hal ini Peraturan Menteri Perindustiran (Permenperin) Nomor 65 tahun 2016 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam (Handheld), dan Komputer Tablet.

 
Herman Zhou, Presiden Direktur HiCore Mobile, memaparkan aturan TKDN untuk ponsel dengan teknologi 4G LTE sebelumnya merupakan kesepakatan antara Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.
 
Berdasarkan aturan tersebut maka para penjual smartphone yang hendak menjual perangkat nya di Indonesia harus memenuhi syarat TKDN sebesar 30 persen pada tanggal 1 Januari 2017.
 
“Kami menyambut baik peraturan TKDN yang mewajibkan kandungan lokal hingga 30% dalam smartphone 4G. Kami juga yakin akan mampu memenuhi aturan tersebut pada awal 2017 mendatang,” ungkap Herman Zhou kepada kanalindonesia.com di Jakarta, Sabtu (24/9/2016).
 
Herman mengatakan, dalam rangka pemenuhan kandungan lokal hingga 30% tersebut, pihaknya sudah melakukannya penyesuaian secara bertahap dan menyesuaikan beberapa aspek yang dikembangkan agar sesuai. Mulai dari aspek manufaktur, pengembangan dan aspek aplikasi.
 
“Kami sudah siap memproduksi smartphone dengan teknologi 4G LTE. Untuk kapasitas produksi pabrik akan disesuaikan dengan perkembangan dan pertumbuhan permintaan smartphone HiCore di pasar,” kata Herman.
 
Menurut Herman, persiapan pembangunan pabrik ini sudah cukup lama dilakukan. Bahkan sebelum meluncurkan produk perdananya. Bukan hanya lahan, gedung serta perangkat untuk produksi saja yang dipersiapkan. Karyawan pun menjadi perhatian baginya karena yang harus diproduksi oleh pabrik HiCore adalah produk yang berkualitas sehingga training terus menerus dilakukan secara berkesinambungan agar mampu menenuhi standar.
 
“Keberadaan pabrik tak hanya sekedar untuk memenuhi persyarataan TKDN saja, namun kami memang bertekad untuk mengurangi ketergantungan impor produk,” imbuh Herman.
 
HiCore sangat yakin, pada akhirnya Indonesia akan mampu untuk memproduksi sendiri smartphone 4G. Tidak hanya 30% namun juga 100%. Baik dalam soal hardware maupun software.
”Asal semua berkomitmen. Baik dari pemerintah maupun pelaku industri. Saya yakin semuanya bersinergi dengan baik dan import smartphone dapat dikurangi,” ucap Herman yang sukses memasarkan ponsel low-end Asiaphone di Indonesia.
 
Herman menambahkan bisnis HiCore Mobile melihat ke depan dan peraturan pemerintah sudah sangat bagus karena akan merangsang tumbuhnya industri smartphone di Indonesia.
Namun demikian, pihaknya berharap agar ekosistem industri di Indonesia dapat tumbuh juga dengan baik untuk mendukung produksi smartphone di Indonesia. Misalnya industri manufaktur dan juga aplikasi yang nantinya akan mengisi konten di smartphone dapat tumbuh dan berkembang juga.
 
Selain itu, pemerintah diharapkan juga dapat tegas terhadap produk black market 4G. Adanya produk-produk 4G black market yang beredar di pasar, membuat persaingan pasar smartphone menjadi tidak fair.
“Kami berharap, pemerintah bertindak tegas menghadapi pemain yang hanya mengejar keuntungan sesat saja tanpa memikirkan tanggungjawab terhadap perkembangan industri. Pemenuhan TKDN ini kami lakukan karena rasa tanggungjawab terhadap perkembangan industri smartphone di Indonesia. Bukan hanya sekedar berjualan smartphone saja. Namun kami ingin menjadi bagian dalam perkembangan industri di tanah air. (Fatih/KIcom)
Baca:  Trend Micro Gandeng Europol Bekali Industri Finansial Proteksi terhadap Ancaman ATM Malware