Didominasi Roda Dua, Malam H-1 Jalur Mengkreng Diperkirakan Volume Kendaraan Meningkat

pantauan suasana jalan raya Mengkreng

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: . Memasuki H-1 lebaran, situasi arus lalu lintas mulai dari jalur operasional mengkreng masih ramai dan lancar. Ruas jalur yang menghubungkan tiga kabupaten yakni, Jombang, Nganjuk, Kediri atau yang dikenal jalur Bajuri ini setiap hari raya idul fitri rawan kemacetan.
Kendaraan yang melintas di jalur tersebut didominasi kendaraan roda dua. Namun demikian untuk peningkatan volume dari arah barat ke timur dan sebaliknya belum menunjukkan peningkatan seperti yang tejadi pada H-6 yang mengalami penumpukan di jalur mengkreng.
Menurut Petugas Pos Pengamanan (Pospam) Mudik Lebaran Mengkreng, Inspektur Polisi Dua Tri Laksana memaparkan peningkatan arus mudik yang terpantau di pospam mengkreng mencapai ribuan kendaraan roda dua ataupun kendaraan roda empat melewati jalur tersebut. Berdasarkan hasil hitung petugas jumlah kendaraan roda dua yang melintas sebanyak dua ribu unit, roda empat sebanyak seribu unit dan untuk kendaraan angkutan umum sebanyak dua ratus unit yang melintas pada sore hari H-3.

“Untuk arus volume kendaraan di simpang empat Mengkreng pada H-3 masih ramai lancar, paling banyak yang melintas di jalur Bajuri ini dari arah Jombang menuju Nganjuk,” ungkap Ipda Tri Laksana saat ditemui sejumlah jurnalis, di Pospam Mengkreng, Kecamatan Purwoasri, Kamis,(14/06/2018).

Untuk mengantisipasi terjadi kemacetan di jalur tersebut, Ipda Tri Laksana mengatakan untuk meminimalis adanya kemacetan nantinya akan diuraikan baik itu dari petugas yang berjaga di pos mengkreng dengan dibantu satuan Brimob dengan bersenjata lengkap. Kemudian ada beberapa petugas lainnya dari Dishub, TNI, Banser, serta petugas kesehatan dan pramuka dari Kabupaten Kediri.

“Petugas sudah mempersiapkan bila terjadi maraknya arus lalu lintas untuk R2 dan R4 di ruas jalur mengkreng dan petugas nantinya juga akan menerapkan sistem buka tutup arus atau contra flow apabila kemacetan dirasa sudah sangat parah,” ujar Tri.

Selain itu, jalur operasional yang menghubungkan tiga Kabupaten tersebut sudah diberikan garis batas di tengah jalan oleh petugas lalu lintas, untuk memisahkan arah barat ke timur atau dari Nganjuk-Jombang yang menuju ke Surabaya dan sebaliknya, supaya garis itu juga berfungsi untuk mencegah kendaraan roda dua putar balik.

“Diperkirakan pada malam hari H-1 akan terjadi peningkatan volume disini, namun adanya tol yang sudah fungsional bisa mengurangi kemacetan di Mengkreng. Petugas kepolisian mengharapkan untuk pemudik dapat menikmati lebaran ke tempat tujuan masing-masing dengan aman dan selamat,” pungkasnya.(elo)