Pedagang Selongsong Ketupat Menjamuri Pasar Tradisional

PAMEKASAN, KANALINDONESIA.COM: Merayakan Lebaran Ketupat pasca merayakan Hari Raya Idul Fitri di hari ke 7, memang sudah menjadi sebuah tradisi yang dilakulan oleh Umat Muslim Pada Umumnya di Negara Indonesia Khususnya di 4 Kabupaten Madura Jawa Timur. Momentum ini, nampaknya juga tidak disia-siakan oleh para pedagang selongsong ketupat untuk mencari keuntungan yang lebih.

Di Pasar Mongging, Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan contohnya, para pedagang ketupat dari luar daerah mulai menggular memadati pasar tradisonal setempat. Keberadaan mereka, memang dadakan disetiap tahunnya pasca perayaan hari raya idul fitri.

“Sudah menjadi kebiasaan disetiap tahunnya mas, mereka datang berjualan di pasar ini sejak H+5 Hari Raya Idul Fitrih. Mereka berjualan ketupat dan lainnya untuk kebutuhan masyarakat yang akan merayakan lebaran ketupat,” Kata Suti’ah, Warga setempat kepada kanalindonesia.com. Rabu (20/06).

Uniknya, keberadaan pedagang dadakan yang datang ke pasar tradisonal tersebut rata-rata berjualan hingga malam hari.

Kebanyakan dari mereka, memilih bermalam dilokasi karena tidak pulang ke daerah ia tinggalnya. Ini ia lakukan, tak lain hanyalah untuk tidak menyia-nyiakan momen tahunan itu untuk meraup untung banyak dari penjualan barang dagangannya.

“Untuk mendapatkan untung banyak, sebagian dari kami rata-rata berjualan hingga malam hari dan bermalam di pasar ini. Untuk kekurangan dagangan ketupat kami yang di pesan pembeli, kami tinggal telfon keluarga kami yang selalu siap mengantarkan keperluan dagangan kami yang telah kami persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya,” Kata Buk Syukkur, pedagang ketupat.

Para pedagang dadakan yang mangkal di pasar Mongging Desa Pademawu Timur Kecamatan Pademawu Pamekasan tersebut, rata-rata dari daerah Desa Bengkes dan Desa Kadur Kecamatan Kadur Pamekasan.(Nang/Ifa).