Jaksa Agung Prihatin Atas Penangkapan Jaksa Oleh KPK

Jaksa Agung HM Prasetyo

KANALINDONESIA.COM :Jaksa Agung HM Prasetyo saat rapat dengan Komisi III DPR RI untuk membahas perkembangan isu-isu terkini. Dalam kesempatan itu mengungkapkan kemirisannya terkait dengan ditangkapnya kembali seorang jaksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kita sangat prihatinan terkait Jaksa Farizal yang terlibat kasus suap impor gula, yang juga melibatkan Ketua DPD RI Irman Gusman.

Demikian disampaikan Prasetyo saat rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (26/9/2016). Raker dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa (F-Gerindra).

“Kita masih terbayang saudara Putu Sudiartana, ada di sini beberapa waktu lalu, tapi kini kena musibah sehingga absen dalam pertemuan ini. Sesuatu yang mengejutkan kita semua pada tanggal 27 Februari lalu dan itu merupakan pelajaran kita semua. Musibah itu terjadi hanya karena ketidaktahuan atau karena kelalaian,” ujar politisi NasDem itu.

Baca:  Asik Main Judi, 4 Warga Mojotengah Diglandang Polisi

Menurut Prasetyo,”ada juga jaksa-jaksa yang menjadi makelar kasus. Terkait dengan OTT yang dilakukan KPK. Yaitu, ada seorang jaksa yang memposisikan dirinya sebagai pengacara tersangka, yang tersangkut masalah hukum. Jaksa Farizal yang menangani kasus impor gula. Jaksa sebagai ketua tim jaksa penuntut umum, tapi kedapatan dalam menjalankan tugasnya bertindak sebagai orang di belakangnya layar tersangka,” tambahnya.

Prasetyo menyebut, sesaat setelah penangkapan Farizal, Ketua KPK Agus Raharjo menghubungi dirinya untuk mengabarkan ada lagi bawahannya yang tersangkut kasus korupsi.

“Saya memang ada komunikasi dengan Ketua KPK saat itu. Ketua KPK sempat memberikan informasi kepada saya setelah melakukan OTT. Dia mengatakan permintaan maafnya bahwa ada jaksa lagi yang menjadi tersangka. Saya langsung respon sejauh KPK berikan fakta yang cukup maka semua pihak harus menerima dan memahami,” ungkapnya.

Baca:  PNI Marhaenisme Dukung Pembubaran Ormas Anti Pancasila

Parsetyo sendiri mengatakan kepada KPK agar kejaksaan melakukan pemeriksaan internal.

“Saya minta Jamwas untuk menghadirkan Farizal. Setelah mendapatkan pemeriksaan memang ada indikasi apa yang dituduhkan KPK itu benar. Setelah itu kita yang mengantarkan sendiri Farizal ke KPK untuk melanjutkan proses hukum, itu menjadi bukti kejaksaan tidak akan menutupi,” pungkasnya.

ZAL