FARA Unras Perjuangkan Nasib Kaum Petani ke Pemkab Bangkalan

KANALINDONESIA.COM :Bertepatan dengan momentum Peringatan Hari Tani Nasional (HTN) ke-56. Puluhan massa Forum Aspirasi Rakyat yang terdiri dari Komunitas Pengawas Korupsi (KPK) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bangkalan, Jawa Timur. Tadi siang mengelar unjuk rasa (unras) untuk memperjuangkan nasib kaum petani di Bangkalan yang semakin terpinggirkan

“Kami minta Bupati Bangkalan agar benar-benar serius memperhatikan nasib kaum petani Bangkalan yang semakin terpinggirkan,” pekik korlap aksi FARA Bangkalan, Komarudin, Selasa, (27/9/2016).

Menurut Komarudin, hampir 8 tahun sudah, nasib petani di Bangkalan semakin memperihatinkan. Karena ribuan hektar tanah pertanian disetiap tahunnya terus menyusut. Belum lagi fenomena kesulitan petani dalam hal membeli pupuk yang selalu menjadi persolan karena sering dijadikan ladang bisnis oleh kalangan elite tertentu di negeri ini.

Baca:  Ketua MPR Ajak Aliansi Kebangsaan Ikut Mengawal Proses Penyusunan Haluan Negara

“Nasib petani tidak pernah berubah dan tetap miskin,” keluh Komarudin.

Oleh karena itu FARA Bangkalan pada kesempatan itu menuntut beberapa hal kepada Pemkab Bangkalan. Diantaranya, agar regulasi upah kaum tani ditingkatkan, penambahan daerah irigasi untuk mensejahterakan petani. Perlindungan lahan pertanian harus di maksimalkan. Maksimalkan peran Toko Tani Indonesia dan Penyuluh Pertanian.

Melegalitaskan banyaknya kelompok petani yang tidak mempunyai legalitas melalui anggaran APBD. Legalisasi asset atau sertifikasi dan Pemkab. Bangkalan mengakomodir aset kaum tani dengan Program Proda melalui penganggaran APBD.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Setda Bangkalan, Hasanuddin Buchori mewakili Bupati Bangkalan, Muhamad Makmun Ibnu Fuad memberi apresiasi terhadap aksi puluhan FARA yang penuh semangat membawa aspirasi petani demi memajukan Bangkalan.

Baca:  Bimbo GR 10.000 Beri Bantuan WUBS Kepada UMKM di KLU

“Kalau bisa tolong aspirasi tertulisnya, nanti akan kami sampaikan kepada bapak Bupati Bangkalan,” pinta pak Hasan panggilan akrab Asisten Pemerintah Setda Bangkalan tersebut.

Dia berpesan jangan sampai nantinya ada kelompok petani siluman yang menyusup. Biar hak-hak petani seutuhnya bisa terpenuhi. Termasuk status lahan pertaniannya jangan berubah dan ratio penggunaannya memang benar-benar ada.

“Pemkab.Bangkalan dengan bijak menyikapi atas apa yang disampaikan oleh FARA. Nantinya akan diangkat dalam perencaanaan anggara 2017,” pungkas pak Hasan.

(Yans