Kronologi ledakan bom Bangil

PASURUAN, KANALINDONESIA.COM – Dari sejumlah informasi yang berhasil dihimpun, baik melalui pihak kepolisian maupun warga sekitar lokasi kejadian, begini kronologi ledakan bom di Pogar-Bangil.
Sekitar jam 11.30 Wib, terdengar suara ledakan dari rumah milik Saprami (66) warga setempat, di lingkungan Rt1/Rw1, Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil.

Diketahui, rumah tersebut telah setahun dikontrak oleh Abdullah (43) bersama istrinya DR dan anaknya.

Usai mendengar bunyi ledakan, warga pun mendatangi lokasi untuk mengetahui sumbernya, karena dikira adalah tabung LPG yang meledak.

Namun saat tiba dirumah tersebut, penghuni kontrakan menutup rumahnya, sehingga warga berusaha masuk dan melaporkan kepada Polsek Bangil. Setelah berhasil masuk, warga mendapati anak Abdullah yang berumur kurang lebih 3 tahun mengalami luka-luka.

Sedangkan Abdullah terlihat membawa ransel dan memakai helm untuk keluar, spontan pengurus RT setempat menyuruhnya untuk kembali masuk, kemudian kembali terdengar ledakan yang kedua, otomatis warga menjauh dari lokasi.

Saat Kapolsek Bangil Kompol Ishkak datang kelokasi bersama anggotanya, Abdullah berusaha menyerang dan mengejar anggota Polisi yang berseragam dengan membawa rompi yang berisi bom.

Beruntung bom yang dilemparkan oleh Abdullah, tidak mengenai satupun petugas maupun warga dan meledak di jalan kampung. Saat itulah, Abdullah kembali kerumahnya dan berhasil kabur dengan menaiki sepeda motor, meninggalkan anak dan istrinya DR.

Setelah kondisi dirasa aman, warga kemudian membawa DR dan anaknya yang terluka ke rumah sakit terdekat. Dan polisi pun mengamankan lokasi.

“Tersangka berhasil melarikan diri, namun identitasnya sudah kita kantongi dan dalam pengejaran,” ujar Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin di lokasi, sore tadi. (bet)