Tingkatkan Ekonomi Warga, Desa di Lamongan Perdayakan Bank Sampah

LAMONGAN. KANALINDONESIA.COM; Sebuah desa di Kabupaten Lamongan berhasil memanfaatkan sampah sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan. Bahkan, hasil dari bank sampah ini juga mampu membiayai sekolah siswa kurang mampu.

Begitulah gambaran kondisi Desa Mungli, Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan dalam mengatasi persoalan lingkungan dengan memanfaatkan potensi ekonomi desa yang berbasis sampah.

Dengan penuh semangat, warga secara teratur mengumpulkan sampah, baik sampah rumah tangga maupun barang yang tidak lagi berguna untuk dikumpulkan di Bank Sampah.

Setelah dipilah sesuai dengan jenisnya, sampah kemudian ditimbang dan dicatat oleh petugas Bank Sampah untuk dibukukan di tabungan sampah.

Setiap jenis sampah akan dihargai dengan bervariasi, mulai dari 500 rupiah hingga 3.000 rupiah tergantung jenis sampah yang disetorkan warga.

Tidak hanya warga, keberadaan Bank Sampah juga dimanfaatkan siswa untuk tambahan biaya sekolah.

Tri Lucky Cahyono, salah satu siswa SD Negeri Mungli mengaku terbantu dengan keberadaan Bank Sampah di desanya, dengan menjadi salah satu nasabah Bank Sampah ini, dirinya mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah untuk tambahan sekolah.

Dalam setiap hari seusai sekolah, siswa kelas 5 ini memungut sampah di pekarangan rumahnya untuk dikumpulkan di Bank Sampah.

Sementara itu, menurut Sutrisno, Kepala Desa Mungli, pembangunan Bank Sampah sendiri sebenarnya bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang sehat bebas sampah yang dibangun mulai tahun 2013 yang lalu.

Seiring berjalannya waktu, Bank Sampah Desa Mungli ini diharapkan mampu untuk dimanfaatkan warga untuk memberdayakan ekonomi masyarakat yang berbasis lingkungan.

“Selain untuk keperluan desa hasil labah dari Bank Sampah juga disalurkan untuk membantu warga dan sejumlah siswa yang kurang mampu, ” kata Sutrisno.

Melihat besarnya manfaat yang dirasakan warga, rencananya penerapan pengelolaan sampah melalui sistem Bank Sampah ini akan disosialisasikan ke beberapa desa lain.(omdik/fer)