Jamkrindo Syariah Percayakan Baznas Untuk Kembangkan Desa Kreatif di DI Yogyakarta

JAKARTA, KANALINDONESIA. COM: PT. Jamkrindo Syariah (Jamsyar) mempercayakan dana zakatnya ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Melalui dana zakat dari Jamkrindo Syariah, nantinya sebanyak 75 desa tertinggal di Yogyakarta akan disulap menjadi Desa Kreatif.

Mohd. Nasir Rajang selaku Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, mengatakan pihaknya berterima kasih kepada Jamkrindo Syariah dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di provinsi DI Yogyakarta. Ini sesuai dengan motto Baznas yang berkomitmen menggelorakan kuat karena zakat.

“Alhamdulillah, PT. Jamkrindo Syariah memercayakan dana zakat ke Baznas untuk disalurkan dalam bentuk program pemberdayaan masyarakat di Desa Wonolelo, Pleret, Kabupaten Bantul. Ini merupakan salah satu dari 75 desa tertinggal di wilayah Provinsi Yogyakarta,” ujar Nasir Tajang dalam pernyataan pers diterima Kanalindonesia.com di Jakarta, Minggu (8/7/2018).

Menurut Nasir, Desa Wonolelo memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk program ekonomi.

“Salah satunya adalah industri kreatif. Sudah sejak lama, masyarakat di kampung ini melakukan aktivitas ekonomi melalui pengembangan industri kreatif, mulai dari kerajinan bambu, tas perca, dan beberapa kerajinan lain dari kayu. Berbagai model produk hasil kerajinan bambu dan tas perca telah dihasilkan desa ini,” ujar dia.

Meski sudah lama, jelas Nasir, kerajinan masyarakat dalam kondisi timbul tenggelam, karena bergantung pada dukungan permodalan yang minim.

“Modal itu diperlukan untuk pengadaan bahan baku perca maupun bambu. Sebagaimana dituturkan oleh para warga, bahan baku perca diperoleh dari Solo. Sedangkan bambu didapatkan dari daerah Gunungkidul,” kata dia.

Nasir memaparkan, perjuangan menjadikan kerajinan sebagai sektor ekonomi utama, sangat diharapkan masyarakat. Ini akibat kondisi wilayah pertanian mereka yang hanya mengandalkan tadah hujan.

“Kami hadir dengan program pemberdayaan ekonomi. Tujuannya adalah mewujudkan Desa Wonolelo sebagai Desa Kreatif, sehingga dapat menjadi sektor ekonomi utama masyarakat secara berkelanjutan,” ucap dia.

Ia menerangkan, skema yang diterapkan adalah penyediaan akses dukungan permodalan dan pelayanan pengembangan usaha (business development) yang dikelola Baznas Microfinance melalui kemitraan dengan salah satu Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) di Yogyakarta, yaitu BPRS Margirizki Bahagia.

“Dalam rangka memperkuat Desa Kreatif inilah, Jamkrindo Syariah menyerahkan zakatnya ke Baznas di lokasi program,” tutur Nasir.

Hadir di lokasi program acara sejumlah direksi dan perwakilan manajemen Jamkrindo Syariah, serta Kepala Baznas Microfinance Noor Aziz dan Amil Baznas Asto Duriad. @Rudi