Musda HPI NTB Ketiga, Ainuddin Kembali Nahkodai HPI NTB

Ketua HPI NTB terpilih, DR. Ainuddin, SH. MH, saat memberi keterangan kepada awak media setelah acara Musda HPI NTB ketiga, di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Senin (9/7/2018).
Ketua HPI NTB terpilih, DR. Ainuddin, SH. MH, saat memberi keterangan kepada awak media setelah acara Musda HPI NTB ketiga, di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Senin (9/7/2018).

MATARAM, KANALINDONESIA.COM: Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar Musyawarah Daerah (Musda) yang ketiga di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Senin (9/7/2018).

Salah satu agendanya adalah memilih ketuanya untuk periode kepemimpinan periode 2018-2023. Dan proses pemilihan Ketua HPI NTB ini didahului dengan proses penjaringan bakal calon dan pemaparan visi-misi.

Dari sepuluh calon yang maju dalam pemilihan Ketua HPI NTB tersebut, calon petahana Ainuddin berhasil meraup suara terbanyak yakni 178 suara. Disusul Fahrurozi Gaffar memperoleh 82 suara dan di posisi ketiga yaitu Karyadi dengan 30 suara. Sedangkan 7 calon lainnya memperoleh dibawah 5 suara.

Ketua HPI NTB terpilih, Ainuddin menyatakan, kemenangan itu bukan sebuah kebanggaan. Selaku ketua, dirinya akan melakukan konsolidasi kepengurusan dan setelah itu akan melakukan reshuffle.

“Saya akan membuat sekretariat HPI, supaya aktifitas kegiatan HPI berjalab lancar dan tidak lagi nempel di kantor saya,” kata Ainuddin, dalam pidato kemenangannya, Senin malam (9/7/2018).

Lebih jauh, ia mengatakan, akan berupaya meningkatkan mutu para guide atau pemandu wisata supaya berkualitas, dan juga akan melindungi anggota HPI tidak hanya di NTB tapi secara nasional dari dampak kemajuan teknologi.

Ainuddin mengaku, saat ini pramuwisata terutama di NTB merasa resah terhadap era serba teknologi. Dengan adanya itu, ia merasa keberadaan pramuwisata terkesan tidak dibutuhkan lagi.

“Bagaimana tidak, keberadaan aplikasi go car, go food, dan lain sebagainya mampu menunjukkan lokasi,” tandasnya.

Ainudin menegaskan, tugas pramuwisata adalah memberikan pelayanan terbaik, jangan sampai kalah oleh teknologi, terlebih jika ada aplikasi go guide, maka hancurlah HPI.

“Ke depan saya bercita-cita, bahkan sedang siapkan rancangan supaya HPI memiliki UU sendiri dan Insya Allah sedang kita siapkan draf untuk dibahas,” katanya. (dan)