Hadiri Sidang Gugatan Cerai dengan Membawa Clurit, Lelaki Asal Lamongan Diamankan Petugas

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Mau menghadiri sidang gugatan cerai terhadap istrinya yang diajukan di kantor Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Lamongan, Iswandi (34) tukang bangunan Warga Dusun Pengkol Desa Sugihwaras Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan diamankan petugas Polsek Deket, Senin (9/7/2018) sekitar pukul 10.30 WIB.

” Hal itu karena ia kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit saat menghadiri sedang gugatan cerai. Tersangka sudah saya titipkan di rutan Polres Lamongan, karena ruangan sel tahanan Polsek Deket masih dalam perbaikan,” kata Kapolsek Deket AKP Sunaryo Putra saat dikonfirmasi, pada Selasa (10/7/2018)

Dijelaskan, waktu itu sekitar pukul 10.30 WIB tersangka bermaksud mendatangi sidang gugatan cerai yang diajukan terhadap istrinya di Pengadilan Agama Lamongan dengan membawa senjata tajam jenis celurit yang sudah dipersiapkan dari rumahnya dan diselipkan di pinggang sebelah kiri.

“Waktu datang di pengadilan agama, tersangka diketahui oleh tukang parkir bernama Suki. Bahwa tersangka kedapatan membawa sajam jenis celurit yang diselipkan di pinggang sebelah kiri,” jelasnya

Kemudian oleh tukang parkir tersebut dilaporkan ke Mazir selaku panitera muda. Selanjutnya dilaporkan kepada dua anggota Polsek Dekat saat melaksanakan jaga rutin di kantor pengadilan agama Lamongan. Kemudian oleh dua anggota Polsek Deket tersebut diinformasikan ke Polsek Deket.

Begitu menerima laporan dari anggotanya tersebut Kanit Reskrim Polsek Deket bersama anggotanya langsung mendatangi kantor Pengadilan Agama. Ketika diketahui tersangka di ruangan mediasi, petugas langsung menangkapnya.

”Saat dilakukan penggeledahan badan tersangka, ditemukan barang bukti sajam lengkap dengan sarung yang diselipkan pinggang kirinya,” ungkapnya

Kemudian tersangka dan barang bukti langsung digelandang ke Mapolsek Deket untuk dilakukan proses penyidikan. “Dalam pemeriksaan tersangka mengakui membawa sajam jenis celurit untuk menakut- nakuti istrinya biar tidak marah- marah,” tandasnya.(omdik/fer)