Bupati Trenggalek Tanggapi Permasalahan Pencemaran Sungai di Desa Margomulyo

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Bupati Trenggalek, Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, menyiapkan strategi khusus menanggapi pencemaran sungai yang diduga berasal dari limbah pengolahan atau pemindangan ikan di Desa Margomulyo Kecamatan Watulimo. Dari hasil pemantauannya di lapangan, diketahui usaha pemindangan ikan yang dilakoni warga setempat ini tidak memiliki tempat pengelolaan limbah.

Ditemui usai menjadi Irup dalam rangka Hari Bhayangkara Ke 72 di Mapolres Trenggalek, Emil mengatakan bahwa industri kecil itu rata-rata hanya memiliki septic tank yang digunakan untuk pembuangan limbah. Namun kapasitas yang dimiliki para pengusaha masih relatif kecil, sehingga saat produksi, tidak mampu menampung seluruh limbah yang ada. Pada akhirnya, membuang limbah tersebut ke sungai yang ada di sekitarnya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) untuk memproses penanganan dengan meningkatkan sarana dan prasarana di sekitar lokasi pemindangan, ” ucapnya, Kamis (12/7/2018).

Pihaknya akan juga melakukan sosialisasi kepada seluruh pengusaha pemindangan ikan terkait pengelolaan limbah yang dihasilkan. Sehingga tidak sembarangan dibuang ke sungai.

Tak hanya itu, dalam pemantauannya dilokasi, Waketum Apkasi ini  juga menemukan sejumlah fakta lain yang memicu kondisi pencemaran sungai di wilayah Margomulyo. Salah satunya adalah kebiasaan msyarakat yang membuang sampah rumah tangga ke sungai.

Kebiasaan warga membuang sampah secara sembarangan di kawasan sungai dinilai cukup mengkhawatirkan dan menjadi perhatian.

“Kami segera mencari 53 keranjang sampah untuk segera dipenuhi dan ditempatkan di tempat strategis, sehingga mampu meminimalisir pembuangan sampah ke sungai oleh warga, ” imbuhnya.

Suami Arumi Bacshin ini juga menyiapkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di wilayah Bengkorok. Keberadaan TPA itu diharapkan lebih mempercepat pengangkutan sampah dari penampungan sampah sementara (TPS) yang selama ini masih terlalu lama.

Seperti yang telah diketahui, sejumlah warga dan aktivis lingkungan hidup yang ada di Desa Margomulyo ini mengeluhkan adanya pencemaran salah satu sungai di pesisir selatan Trenggalek.

Sejumlah aliran sungai di Desa Margomulyo, Prigi dan Tasikmadu Kecamatan Watulimo yang awalnya jernih dan bersih, saat ini berubah warna menjadi kehitam-hitaman  dan menimbulkan bau tidak sedap. (mil/ham)