Telan Korban Jiwa, BPBD Ponorogo Bantah Terlambat Sosialisasi

salah satu rumah roboh

KANALINDONESIA.COM : Setelah diguyur hujan lebat semalam banyak wilayah di Kabupaten Ponorogo dikepung bencana banjir dan bencana tanah longsor, Rabu(28/09/2016)

Bencana banjir telah menelan satu korban jiwa yaitu Mohammad fajar Arrosad(9) warga Desa Munggung, Kecamatan Pulung yang terseret arus sungai Krekel.

Sedangkan bencana tanah longsor juga menelan satu korban jiwa yaitu Sunarmi (55) warga Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun.

Sunarmi tewas tertimbun tanah longsor, saat kejadian sedang lelap tertidur sehingga terlambat menyelamatkan diri.

Dengan kejadian bencana yang hampir merata dipinggiran wilayah Ponorogo ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Kabupaten Ponorogo mengaku sebenarnya sudah melakukan langkah sosialisasi tentang kerawanan bencana ini sejak beberapa hari terakhir.

BPBD juga merencanakan melakukan pembersihan sampah di sungai dan pengerukan sungai yang dangkal hari-hari ini. Namun belum sempat dilaksanakan, bencana alam sudah terjadi dan menelan korban jiwa.

Baca:  Peserta Ujian Nasional Asal Ponorogo ini Meninggal Setelah Alami Kecelakaan Tunggal

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Kabupaten Ponorogo Hery Sulistino membantah jika pihak BPBD terlambat melakukan sosialisasi waspada bencana kepada masyarakat.

“Beberapa hari terakhir kami sudah melakukan sosialisi kepada masyarakat dalam cuaca ekstrim ini,”ucap Hery.

Dijelaskanya, sosialisasi itu dilakukan 2 hari lalu dan hari ini rencananya baru akan melakukan pembersihan sampah dan pengerukan sungai. Namun belum dilakukan dan bencana telah terjadi dimana-mana. Akhirnya saat ini BPBD siaga darurat selama 24 jam (AD)