Polda Jatim Tangkap Gembong Narkoba di Peterongan, Jombang

Ilustrasi

KANALINDONESIA.COM : Polda Jatim berhasil membekuk tersangka JJ (34) warga Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Tersangka terbukti memiliki Narkoba Jenis Sabu, ekstasi warna biru berlogo kupu-kupu dan ganja.

Sayangnya, Polres Jombang justru tidak mengetahui penangkapan tersebut.

“Iya belum tahu (penangkapan, red), kami belum mendapat tembusan dari Polda,” tegas Kasubbag Humas Polres Jombang, Iptu Dwi Retno Suharti.

AKP Hariyono selaku Kasat Reskoba Polres Jombang menuturkan terkait penangkapan gembong narkoba yang ada di peterongan tersebut. Menurutnya penangkapan tersebut langsung dari Polda Jatim karena, Polda Jatim memiliki kewenangan di seluruh wilayah provinsi. Pengungkapan itu merupakan hasil penyidikan aparat Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim.

Baca:  Hendi Kunjungi Rumah Isolasi Covid -19 Kota Semarang

“Memang tidak ada komunikasi dengan kami, karena itu murni dari penyidikan Polda dan tidak melibatkan Polres Jombang,” ungkap AKP Hariyono.

Dalam keterangan tertulis Polda Jatim, Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim berhasil mengungkap Gembong Narkoba Jenis Sabu, ekstasi warna biru berlogo kupu-kupu dan ganja. Dari ungkap kasus ini tersangka Jumhur Johan (34) asal Keplaksari, Peterongan Jombang berhasil diamankan.

Wadir Ditreskoba Polda Jatim, AKBP Teddy Syarif menuturkan, penangkapan tersangka merupakan hasil dari laporan masyarakat. Dari hasil pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika tersebut petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan tersangka berupa 28 kantong klip plastik berisi sabu seberat 2 ons 85,94 gram, 6 bungkus ganja kering dilapisi lakban seberat 6 kg, 1 plastik hitam berisi ganja kering seberat 300 Gram, 6 kantong klip plastik berisi sabu seberat 79,63 gram, dan 2 kantong klip plastik berisi ganja kering seberat 50,7 gram.

Baca:  Pasutri di Magetan Tewas Ditabrak Kereta Barang

Selain itu, ada juga 1 kantong plastik klip berisi 10 butir ekstasi seberat 3,3 gram, 3 botol bong, 1 timbangan takaran rumah tangga merk Lion Star, 1 unit Handphone, uang tunai 200 ribu rupiah, buku tabungan Tahapan BCA, kartu ATM, 8 bungkus klip plastik ukuran 5×3 sebanyak 100 lembar, 1 bungkus klip plastik ukuran 10X6 sebanyak 100 lembar.

“Tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) UU RI no.35 tahun 2009. Ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun serta denda pidana paling sedikit Rp 800 juta rupiah dan paling banyak Rp 8 miliar,” kata Wadir Ditreskoba Polda Jatim, AKBP Teddy Syarif.(elo)

Baca:  Longsor Banaran Menurut Kajian Peneliti Bidang Geoteknik LIPI