Di Bojonegoro Balita Menderita HIV/ Aids

Kepala Sekretariat KPA Bojonegoro, Jhony Nur Harianto

KANALINDONESIA.COM :Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Bojonegoro mengalami peningkatan lima tahun terakhir ini. Dalam kasus HIV/AIDS di Bojonegoro, penderitanya beragam mulai dari kelompok usia 0-4 tahun, hingga 55-59 tahun. Dan di Bojonegoro usia 0-4 tahun merupakan penderita HIV/AIDS termuda.

Kepala Sekretariat KPA Bojonegoro, Jhony Nur Harianto menuturkan, kasus penderita HIV/AIDS tersebut, selain menular dari hubungan seksual, juga karena faktor keturunan. Hal ini dikarenakan orang tua bocah yang terinveksi virus tersebut.

Di Bojonegoro Penderita HIV/AIDS yang masuk dalam balita (bawah lima tahun) sebanyak 2 penderita. Sedangkan kasus terbanyak diderita oleh kelompok usia antara 40-44 tahun, sejumlah 24 kasus, dengan rincian 7 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. Posisi kedua, usia 30-34 tahun dengan jumlah penderita 18 kasus dengan rincian laki-laki 12 orang dan perempuan ada 6 orang.

Baca:  Wanita Bertatto Asal Mojokerto Dicokok Unit Reskrim Polsek Wringinanom

Jumlah kelompok usia penderita HIV/AIDS urutan ketiga usia 55-59 tahun sebanyak 17 kasus dengan rincian 6 orang laki-laki dan 11 orang perempuan, keempat usia 35-39 tahun, dengan jumlah penderita sebanyak 15 kasus dengan rincian 11 orang laki-laki dan 4 orang perempuan.

“Sebagian besar penderitanya dari ibu rumah tangga, selain itu buruh kasar, dan wiraswasta sisanya ada PNS, Karyawan dan Sopir, TNI/Polri dan Pelaut,” paparnya.

Masih menurut Jhony, untuk mengatsi permasalahan ini pihaknya bekerjasama dengan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro untuk melakukan beberapa penanganan terhadap penderita. Salah satunya, pelatihan VCT bagi analisis untuk menunjang diagnosis HIV/AIDS, pelatihan modin atau Kaur Kesra dalam hal perawatan jenazah penderita HIV/AIDS.

Baca:  Walau Naik Jelang Akhir Tahun, Harga Sembako di Lamongan Tidak Ada Perubahan Signifikan

“Selain itu juga koordinasi dengan beberapa kelompok kerja dan penyuluhan HIV/AIDS lewat berbagai komponen mulai pelajar hingga kelompok masyarakat,” pungkasnya.(29/09/2016)

Jhony menambahkan, jumlah penderita HIV/AIDS pada Bulan Januari hingga Juni 2016 sebanyak 113 kasus, dengan rincian jumlah Penderita HIV sebanyak 4 orang dan AIDS mencapai 109 orang. Dari berbagai kasus HIV/AIDS tersebut penularannya terbanyak karena faktor heteroseksual, sebanyak 102 kasus, lainnya kaena tidak diketahui 7 kasus dan perinatal 4 kasus. Dan pada bulan Juni 2016 kasus terbanyak berada di Kecamatan Kapas terdapat 18 kasus penderita HIV/AIDS, dengan rincian penderita laki-laki ada 13 orang dan perempuan ada 5 orang. Dengan jumlah usia 0-4 tahun 2 penderita, usia 20-29 tahun ada 4 penderita, usia 30-39 tahun ada 5 penderita dan usia 40-54 tahun ada 7 orang.(reg/elo)

Baca:  Edarksan Narkoba, Pasutri Ini Diamankan Polres Sumenep