Pasar Pagi Kaliwungu di Bangun Lapak Bongkar Pasang 

Komisi B anggota DPRD Kendal bersama Dinas Perdagangan dan Pasar kunjungi Pasar Kaliwungu yang akan dibangun Knock Down.

KENDAL, KANALINDONESIA.COM: Pasar Pagi Kaliwungu yang terbakar Agustus 2017 lalu akan segera dibangun pasar seluas 3.300 meter persegi menggunakan APBD Kendal, selasa (17/7).

Sekretaris Komiisi B DPRP Kendal, Syamsul Huda mengatakan pembangunan Pasar Pagi Kaliwungu belum bisa permanen. Pembangunan sementara masih berupa lapak Knock Down atau lapak bongkar pasang.

“Pembangunan pasar sementara ini belum bisa permanen, karena anggaran daerah belum mampu. Sehingga akan dibangun lapak bongkar pasang untuk memudahkan nantinya jika pasar dibangun secara permanen,” katanya.

Dikatakannya, meski pembangunan pasar masih berupa lapak bongkar pasang tapi anggaran yang digelontorkan cukuplah besar. Yakni menggunakan APBD Perubahan 2018 sebesar Rp 1,6 miliar.

Baca:  Petani Minta Embung Segera Digarap

“Anggaran tersebut akan diajukan dalam APBD perubahan, semoga bisa segera terealisasi sehingga pedagang bisa berjualan normal sedia kala,” harapnya.

Kepala Dinas Pasar, Syukron Samsul Hadi mengatakan dalam pembangunan lapak sementara berdasarkan kesepakatan bersama antara Pemkab Kendal dengan perwakilan Asosiasi Pedagang Pasar Kaliwungu beberapa waktu lalu.

“Awal juli lalu kami sudah mulai rapat bersama perwakilan pedagang dan sudah ada kesepakatan untuk relokasi di lahan bekas pasar yang terbakar,” ungkapnya.

Syukron menerangkan jika jumlah kios dan los sebanyak yang terbakar ada 567 unit. Dengan jumlah pedagang sekitar 900 orang. Sedangkan untuk pembangunan pasar yang permanen, anggaran yang diajukan sudah masuk dalam Sistem Informasi Manajemen Penyelarasan (Simlaras) di Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) Kementrian Perdagangan sebesar 50 miliar rupiah.

Baca:  Milad ke 20 RS Baitul Hikmah Bakal Tingkatkan Pelayanan

“Kami berharap 2019 sudah ditetapkan Bappenas, sehingga bisa pasar Pagi Kaliwungu dapat dibangun secara permanen. Kami akan nterus berkomunikasi dengan pemerintah pusat supaya anggaran yang diajukan segera ditetapkan,” tandasnya.  (eko)