Bawa Clurit dan Bikin Onar di Jombang, Suporter Arema Dibekuk Polisi

MR suporter Arema saat diamankan Polisi di Polres Jombang

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: MR suporter Arema, asal Blimbing Malang, harus mendekam di sel tahanan Polres Jombang. Pasalnya MR tertangkap petugas Kepolisian saat membawa sebilah clurit yang diselipkan didalam bendera Arema.

MR diamankan petugas saat hendak memasuki stadion Jombang, untuk menyaksikan pertandingan PSID Jombang melawan Arema Indonesia dari Malang.

“Sewaktu mau masuk ke stadion didepan portal kita lakukan pemeriksaan dia kedapatan membawa senjata tajam, jenis clurit ini diselipkan ke dalam bendera yang dia bawa,” ujar Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setya Budi, pada sejumlah jurnalis, Kamis (26/7/2018).

Masih menurut penjelasan Gatot, karena kedapatan membawa senjata tajam, selanjutnya MR diamankan di Polres Jombang untuk kepentingan labih lanjut. Dari pengakuan tersangka pada petugas, MR sengaja membawa senjata tersebut untuk membela diri.

Baca:  Panwascam Masih Dalami Dugaan Kampanye Terselubung Di Acara PGRI Jombang

“Kemudian tersangka kita amankan dan kita bawa ke Polres untuk kepentingan lebih lanjut. Dari keterangan pelaku, dia membawa sajam ini untuk jaga-jaga diri,” terang Gatot.

Kepada petugas, lanjut Gatot, tersangka MR mengaku pernah menjadi korban swiping oleh kelompok suporter lain di wilayah Kabupaten Trenggalek. Karena alasan tersebut tersangka membawa sajam untuk berjaga-jaga.

“Karena dulu saat tersangka di wilayah Trenggalek dia pernah di swiping oleh kelompok lain kemudian dilucuti dan barang-barangnya diminta. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut dia bawa clurit, kalau nanti ada yang melakukan hal yang sama, nclurit ini nantinya akan digunakan membela diri,” papar Gatot.

Atas perbuatannya MR dijerat dengan Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman pidana kurungan paling lama 10 tahun penjara.

Baca:  Empat Pilar di SMA 1 Barat, Ibas Ajak Pelajar Jadi Bagian Agent Of Change

Lanjut Gatot, sedangkan untuk kasus pengroyokan suporter yang terjadi di Diwek, dengan korban M. Fikri Hidayatulloh, pihak Kepolisian saat ini sudah melakukan pemeriksaan terhadap korban. Bahkan, Polisi juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

“Kasus penganiayaan dari salah satu suporter pada warga, kami sudah melakukan pemeriksaan pada korban maupun saksi-saksi yang lain, dan kami tetap akan ungkap untuk kasus ini. Dan akan kita cari pelaku yang melakuakan penganiayaan,” tukas Gatot.(elo)